TMMD Sengkuyung IV Tahun 2026 Resmi Dibuka di Pati, TNI Sasar Betonisasi Jalan dan Rehab 4 Rumah Tak Layak Huni
Upacara pembukaan berlangsung pukul 08.30–09.30 WIB dan diikuti sekitar 400 peserta. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Plt. Bupati Pati diwakili Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, S.STP., M.Si. Sementara itu, Dandim 0718/Pati diwakili Mayor Cpl Kuswaranto. Hadir pula Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Sunar, perwakilan Kejaksaan Negeri Pati Tresna Aji Wicaksono, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Muspika Kecamatan Gembong dan Sukolilo, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Betonisasi Jalan Jadi Sasaran Utama TMMD
Dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026, pembangunan fisik dipusatkan di Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, dan Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Di Desa Semirejo, sasaran pembangunan meliputi betonisasi jalan sepanjang 498 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Selain itu, dilakukan rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni.
Sementara itu, di Desa Sukolilo, betonisasi jalan direncanakan sepanjang 1.192 meter dengan lebar 6 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Program rehabilitasi juga menyasar dua unit rumah tidak layak huni.
Dengan demikian, total sasaran betonisasi jalan di kedua desa mencapai 1.690 meter, sedangkan rehabilitasi rumah mencakup empat unit.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung kegiatan ekonomi dan aktivitas sosial di wilayah pedesaan.
Plt. Bupati Pati Tekankan Pembangunan Dimulai dari Desa
Dalam sambutan tertulis Plt. Bupati Pati yang dibacakan Ratri Wijayanto, pemerintah daerah menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Tema TMMD tahun ini dinilai mencerminkan kebutuhan untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.
Program TMMD merupakan bentuk kerja sama lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan diharapkan dapat dilaksanakan secara terpadu dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pati juga berpesan agar seluruh hasil pembangunan dapat dipelihara dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Seluruh hasil yang telah dicapai tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang telah kita bangun bersama hendaknya dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pembukaan TMMD ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh inspektur upacara, pemukulan gong bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pati, penyematan pita, serta penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan satuan tugas.
Tak Hanya Infrastruktur, TMMD Sasar Peningkatan Kapasitas Warga
Selain pembangunan fisik, TMMD Sengkuyung Tahap IV juga mencakup sasaran nonfisik melalui berbagai kegiatan penyuluhan yang melibatkan instansi terkait.
Materi yang direncanakan meliputi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, pencegahan terorisme dan radikalisme, pencegahan stunting, pelayanan posyandu dan posbindu, kesehatan masyarakat, teknologi tepat guna, serta pengembangan usaha perikanan.
Penyuluhan lainnya mencakup peningkatan hasil pertanian, khususnya tanaman padi dan jagung, pemanfaatan sampah organik, serta upaya pencegahan pencemaran lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong penerapan keterampilan yang mendukung produktivitas dan kualitas hidup warga.
Pelaksanaan program juga dilengkapi dengan sejumlah kegiatan sosial, antara lain penyerahan alat kebersihan masjid kepada takmir Masjid Desa Semirejo, bantuan sembako bagi masyarakat prasejahtera, penyerahan simbolis program RTLH, penanaman pohon, bazar, pelayanan kesehatan, pelayanan keluarga berencana (KB) gratis, serta pengecoran jalan secara simbolis oleh unsur Forkopimda.
Libatkan TNI, Polri, Pelajar, dan Organisasi Masyarakat
Upacara pembukaan melibatkan sejumlah unsur peserta, di antaranya satu SSK Kodim 0718/Pati, satu SSR Pos Lanal, satu SST Brimob Pati, satu SSR Polresta Pati, satu SST Satpol PP, perwakilan FKPPI dan HIPAKAD, serta dua SST pelajar tingkat SLTP dan Pramuka.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pendekatan gotong royong yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Program ini tidak hanya menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di wilayahnya.
Selain sasaran fisik dan nonfisik, program TMMD kali ini juga mencakup pembangunan tugu prasasti TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 sebagai penanda pelaksanaan kegiatan.
Berlangsung Selama 30 Hari
TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.
Selama periode tersebut, pelaksanaan kegiatan akan difokuskan pada penyelesaian sasaran pembangunan fisik, rehabilitasi rumah, serta program penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semirejo dan Desa Sukolilo.
Keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pekerjaan sesuai target, tetapi juga oleh kualitas hasil pembangunan, ketepatan sasaran bantuan, dan keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan warga, TMMD Sengkuyung Tahap IV diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
(Arikha)



0 Komentar