Puluhan Pendukung Sudewo Bergerak ke Tipikor Semarang, Bolodewo dan Aliansi Pati Bangkit Kawal Persidangan





Puluhan Pendukung Sudewo Bergerak ke Tipikor Semarang, Bolodewo dan Aliansi Pati Bangkit Kawal Persidangan

PATI – Gelombang dukungan terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo, S.T., M.T., kembali bergerak menuju Semarang. Puluhan relawan yang mengatasnamakan Bolodewo dan Aliansi Pati Bangkit diberangkatkan dari Kabupaten Pati menuju Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (7/10/2026).

Rombongan berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dari titik kumpul Terminal Kembangjoyo Pati, tepatnya di depan bekas Harbos FM. Sedikitnya 25 orang tercatat mengikuti keberangkatan tersebut dengan menggunakan satu unit bus medium.

Rombongan dipimpin Koordinator Lapangan Relawan Bolodewo Kecamatan Pati, Imam Sudarto, warga Desa Blaru, Kecamatan Pati. Para relawan bergerak menuju Pengadilan Tipikor Semarang di Jalan Suratmo No. 174, Manyaran, Semarang Barat.

Mobilisasi tersebut disebut bertujuan memberikan dukungan moral sekaligus mengikuti dan mengawal jalannya persidangan perkara yang melibatkan Sudewo.

Satu Bus Dikawal hingga Titik Kumpul Kudus

Para pendukung menggunakan bus medium RAMANDO bernomor polisi DK 7917 FA yang dikemudikan Arif Setiawan.

Dalam perjalanan menuju titik kumpul berikutnya di kawasan Lingkar Kudus, rombongan dilaporkan mendapat pengawalan dari Polsek Pati Kota.

Hingga keberangkatan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib dan kondusif.

Meski jumlah rombongan dari titik Terminal Kembangjoyo relatif terbatas, laporan pemantauan menyebut keberangkatan pendukung Sudewo berlangsung secara bergelombang dari sejumlah wilayah.

Artinya, konsentrasi massa di Semarang berpotensi lebih besar dibandingkan jumlah rombongan yang berangkat dari satu titik di Pati.

Tuntutan 8 Tahun 6 Bulan Jadi Sorotan

Mobilisasi pendukung tersebut berlangsung di tengah proses hukum Sudewo yang menjadi perhatian publik.

Kelompok pendukung disebut membawa aspirasi agar Sudewo memperoleh putusan bebas dari perkara yang dikaitkan dengan dugaan korupsi proyek DJKA dan dugaan pemerasan dalam proses seleksi perangkat desa.

Sikap tersebut semakin mengemuka setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebelumnya menuntut Sudewo dengan pidana 8 tahun 6 bulan penjara.

Tuntutan tersebut menjadi salah satu titik yang memicu reaksi kelompok pendukung. Mereka menilai proses persidangan harus dikawal dan berharap majelis hakim memberikan putusan yang menguntungkan Sudewo.

Namun, tuntutan JPU bukanlah putusan akhir. Penentuan bersalah atau tidak serta jenis dan lamanya pidana merupakan kewenangan majelis hakim berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperiksa di persidangan.

Bukan Sekadar Sidang, Konsentrasi Massa Jadi Tantangan Pengamanan

Pergerakan massa pendukung ke Pengadilan Tipikor Semarang tidak hanya menjadi persoalan mobilisasi, tetapi juga menyangkut aspek keamanan.

Jika sejumlah kelompok pendukung hadir secara bersamaan, konsentrasi massa di sekitar pengadilan dapat meningkat. Terlebih apabila terdapat kelompok dengan sikap berbeda terhadap perkara Sudewo.

Potensi gesekan, aksi saling dorong maupun kericuhan harus diantisipasi. Pengamanan menjadi penting agar kehadiran massa tidak mengganggu jalannya persidangan dan aktivitas masyarakat di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang.

Karena itu, pola kedatangan massa, koordinasi antar-koordinator lapangan serta titik konsentrasi pendukung menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan aparat keamanan.

Aliansi Pati Bangkit Ikut Bergerak

Keterlibatan nama Aliansi Pati Bangkit bersama Bolodewo memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Sudewo tidak hanya bergerak secara individual, tetapi mulai terkonsolidasi melalui jaringan kelompok pendukung.

Dari Pati, sedikitnya satu bus diberangkatkan pada Rabu pagi. Sementara laporan pemantauan menyebut terdapat keberangkatan pendukung lain secara bergelombang menggunakan bus maupun kendaraan pribadi.

Kondisi tersebut membuat situasi di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang diperkirakan menjadi salah satu titik perhatian pengamanan selama proses persidangan berlangsung.

Semua Mata Tertuju ke Ruang Sidang

Keberangkatan para pendukung pada akhirnya bermuara pada satu kepentingan: menyaksikan jalannya proses hukum Sudewo secara langsung.

Bagi kelompok pendukung, kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas dan dukungan moral. Namun bagi aparat keamanan, bertambahnya konsentrasi massa berarti meningkat pula kebutuhan pengendalian situasi agar proses persidangan tetap berjalan tertib.

Hingga rombongan meninggalkan Kabupaten Pati, situasi dilaporkan masih aman dan kondusif.

Kini perhatian beralih ke Semarang: seberapa besar gelombang massa pendukung Sudewo akan terkonsentrasi di Pengadilan Tipikor, dan apakah pengawalan persidangan akan tetap berlangsung damai di tengah tingginya tensi perkara serta tuntutan pidana 8 tahun 6 bulan?

(Iwan, Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html