MUSCABLUB PAMDI PATI, H. Karmono Terpilih Pimpin Periode 2026–2031, Nasib Artis Dangdut Jadi Perhatian

PATI – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPC PAMDI) Kabupaten Pati menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penataan masa depan para pelaku musik dangdut di Bumi Mina Tani. Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut, H. Karmono terpilih sebagai Ketua DPC PAMDI Kabupaten Pati periode 2026–2031



Kegiatan berlangsung pada Minggu (11/10/2026), pukul 09.00–13.00 WIB, bertempat di Rumah Makan Silir-Silir, Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Muscablub digelar menyusul peralihan tugas Ketua DPC PAMDI Kabupaten Pati sebelumnya, H. Nur Kamid, yang diperbantukan dalam kepengurusan PAMDI Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya musyawarah luar biasa untuk memilih pimpinan baru di tingkat kabupaten.

Dihadiri Plt. Bupati hingga Perwakilan TNI-Polri

Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, perwakilan Kapolresta Pati melalui Kanit Bintibsos AKP Darwati, serta perwakilan Dandim 0718/Pati, Kapten Inf. Andi Setyawan.

Hadir pula Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah H. Santoso, H. Nur Kamid beserta jajaran pengurus, Ketua Panitia H. Karmono, Sekretaris Gerakan Jalan Lurus (GJL) Sumadi, S.H., serta peserta Muscablub dari 21 wilayah wilayah kecamatan di Kabupaten Pati.

Rangkaian acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan, ramah tamah, pemilihan ketua, dan penutupan. Musyawarah secara resmi dibuka pada pukul 11.00 WIB oleh Plt. Bupati Pati.

H. Karmono: PAMDI Harus Memperjuangkan Nasib Artis Dangdut

Dalam sambutannya, Ketua Panitia H. Karmono menegaskan pentingnya PAMDI sebagai wadah bernaung bagi para artis dan pelaku musik dangdut.

Ia berharap keberadaan organisasi tersebut mampu membantu memperjuangkan kepentingan para seniman, termasuk mendorong kemudahan perizinan penyelenggaraan pentas musik dangdut melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Menurutnya, siapa pun yang memimpin PAMDI Kabupaten Pati harus memiliki komitmen memperjuangkan nasib para artis dangdut. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi penyelenggaraan pentas dengan organisasi.

Dalam forum tersebut, H. Karmono turut menunjuk Sumadi, S.H. dari Gerakan Jalan Lurus untuk menjadi pengacara PAMDI Kabupaten Pati.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin yang menarik perhatian karena menyangkut kebutuhan perlindungan hukum, kepastian penyelenggaraan pertunjukan, serta kepentingan profesional para pelaku seni di daerah.

Ketua PAMDI Jawa Tengah Jelaskan Alasan Muscablub

Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah H. Santoso menyampaikan bahwa agenda utama kegiatan tersebut adalah memilih ketua baru untuk mengisi posisi pimpinan DPC PAMDI Kabupaten Pati.

Perubahan kepengurusan diperlukan setelah H. Nur Kamid mendapat tugas dalam kepengurusan PAMDI tingkat provinsi. Melalui Muscablub, organisasi diharapkan dapat melanjutkan program kerja sekaligus memperkuat koordinasi antara kepengurusan kabupaten dan provinsi.

Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi arah organisasi serta merumuskan program yang lebih relevan dengan kebutuhan artis, musisi, dan pelaku industri dangdut di Kabupaten Pati.

Plt. Bupati: Dangdut Bukan Sekadar Hiburan

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi pelaksanaan Muscablub sebagai momentum konsolidasi, evaluasi, dan penyusunan arah organisasi ke depan.

Ia menilai musik dangdut bukan lagi sekadar hiburan masyarakat, melainkan bagian dari industri kreatif nasional sekaligus identitas budaya bangsa.

Ia juga menyinggung gerakan Dangdut Goes to UNESCO yang diperjuangkan di tingkat nasional agar musik dangdut mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia.

Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki potensi seniman dan musisi yang perlu diberi ruang untuk berkembang serta berkontribusi dalam ekosistem musik dangdut.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap kepengurusan baru PAMDI mampu membangun organisasi yang solid, berintegritas, kreatif, dan mengayomi seluruh insan musik dangdut tanpa terkecuali.

Selain itu, PAMDI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kreatif lokal, menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan kompetensi anggota, serta memperjuangkan perlindungan hukum dan kesejahteraan pelaku seni.

Risma juga mengajak seluruh anggota menjadikan Muscablub sebagai wadah pemersatu, mengesampingkan ego sektoral, dan mengutamakan musyawarah mufakat demi kemajuan musik dangdut di Kabupaten Pati.

Kepemimpinan Baru, Tantangan Organisasi Menanti

Terpilihnya H. Karmono sebagai Ketua DPC PAMDI Kabupaten Pati periode 2026–2031 menjadi awal tanggung jawab baru bagi organisasi.

Sejumlah agenda strategis perlu mendapat perhatian, mulai dari pembinaan artis dan musisi lokal, peningkatan profesionalisme, regenerasi talenta muda, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kebudayaan.

Di sisi lain, harapan mengenai perlindungan hukum dan kesejahteraan seniman perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.

Kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, membangun komunikasi yang sehat antarpelaku seni, serta memastikan setiap kebijakan organisasi dijalankan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PAMDI.

Dengan demikian, keberhasilan Muscablub tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua, tetapi juga dari kemampuan kepengurusan baru menjawab persoalan nyata yang dihadapi para pelaku musik dangdut di Kabupaten Pati.

Monitoring Berlangsung Aman dan Tertib

Berdasarkan laporan monitoring kegiatan, Muscablub DPC PAMDI Kabupaten Pati berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Aparat intelijen bersama Babinsa Koramil 02/Juwana melakukan pemantauan serta melaporkan perkembangan kegiatan kepada pimpinan.

Terpilihnya H. Karmono diharapkan menjadi titik awal penguatan soliditas organisasi sekaligus mendorong musik dangdut Kabupaten Pati berkembang sebagai bagian dari industri kreatif yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi para senimannya.

Kini, tantangan kepengurusan PAMDI Kabupaten Pati adalah membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan benar-benar membawa perubahan bagi artis dan musisi dangdut, bukan sekadar pergantian jabatan.

(Agus Suranto)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html