Komisi VII DPR RI Sambangi Sitiluhur Park Pati, Dorong Wisata Desa Naik Kelas dan UMKM Lokal Tembus Pasar Digital

PATI – Penguatan desa wisata, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengembangan ekonomi kreatif menjadi fokus kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI bersama mitra kerja dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Sitiluhur Park, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Senin (19/10/2026).



Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 150 orang dari unsur pemerintah, legislatif, aparat kewilayahan, pengelola wisata, dan masyarakat setempat.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan potensi wisata desa agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan wahana fisik, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Sitiluhur Park Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Komisi VII DPR RI beserta perwakilan kementerian terkait.

Ia menilai kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang bagi Pemerintah Desa Sitiluhur dan masyarakat untuk mendapatkan arahan serta dukungan dalam mengembangkan potensi pariwisata desa.

Menurutnya, pengembangan Sitiluhur Park membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar destinasi tersebut semakin menarik bagi wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga.

Dalam sambutannya, Suyuti menyoroti sejumlah kebutuhan prioritas, mulai dari pengembangan sarana dan prasarana wisata, peningkatan kapasitas pengelola, penguatan produk UMKM, hingga promosi dan digitalisasi destinasi.

“Melalui kunjungan spesifik ini, kami berharap adanya perhatian dan dukungan nyata bagi pengembangan pariwisata desa, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan UMKM lokal, serta perluasan pemasaran produk masyarakat,” demikian inti harapan yang disampaikan dalam sambutan Kepala Desa Sitiluhur.

Bukan Sekadar Wahana, SDM dan Tata Kelola Harus Diperkuat

Pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan penambahan wahana. Kualitas pelayanan, profesionalisme pengelola, standar operasional, kebersihan, keamanan, serta kemampuan pemasaran menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing destinasi.

Dalam pembahasan kunjungan tersebut, penguatan kapasitas SDM dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dari upaya mendorong Sitiluhur Park berkembang lebih profesional.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat tata kelola destinasi, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, dan membangun strategi pengembangan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah tersebut juga dinilai penting agar pengembangan pariwisata desa dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kuliner, Jambu Citra, dan Kriya Lokal Berpotensi Jadi Daya Tarik

Salah satu peluang strategis yang perlu dikembangkan adalah integrasi destinasi wisata dengan produk unggulan masyarakat setempat.

Produk kuliner, hasil pertanian seperti jambu citra, serta kerajinan atau kriya lokal dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata di Sitiluhur Park.

Integrasi tersebut berpotensi memperluas pasar produk UMKM, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, manfaat pariwisata diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi juga oleh pelaku UMKM, petani, pengrajin, pedagang, dan kelompok masyarakat lainnya.

Penguatan kemasan produk, standardisasi kualitas, pelatihan pemasaran, serta perluasan akses pasar menjadi langkah penting agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi.

Promosi Digital dan Infrastruktur Jadi Tantangan

Selain penguatan produk lokal, aksesibilitas, ketersediaan fasilitas pendukung, dan promosi digital turut menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Sitiluhur Park.

Pemanfaatan media sosial, platform digital, serta penyediaan informasi destinasi yang mudah diakses dapat membantu memperluas jangkauan promosi kepada calon wisatawan.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan dapat mendukung pembenahan fasilitas serta memperkuat pemasaran destinasi wisata lokal di Kabupaten Pati.

Namun, efektivitas kunjungan ini nantinya perlu diukur melalui tindak lanjut yang konkret, seperti program pendampingan, peningkatan kompetensi pengelola, dukungan promosi, penguatan UMKM, dan rencana pengembangan infrastruktur berdasarkan kebutuhan prioritas.

Dihadiri Komisi VII DPR RI dan Unsur Pemerintahan

Kegiatan tersebut dihadiri Evita Nursanti, S.H., M.Sc., dari Fraksi PDI Perjuangan, yang tercatat sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Rekso Suhartono beserta tim, serta anggota DPRD Kabupaten Pati Bandang Teguh Waluyo.

Turut hadir unsur Muspika Kecamatan Gembong, Kepala Desa Sitiluhur beserta perangkat desa, Babinsa Sitiluhur Kopka Rudi S., Bhabinkamtibmas Sitiluhur Aipda Dwi S., pengurus dan anggota Pokdarwis, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), penggerak PKK, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ekrar, doa, sambutan, penyampaian materi dari narasumber Kementerian Ekonomi Kreatif dan dinas terkait, sesi tanya jawab, foto bersama, serta ramah tamah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan lancar.

Menanti Tindak Lanjut agar Kunjungan Berdampak Nyata

Kunjungan spesifik ini menjadi kesempatan bagi Desa Sitiluhur untuk memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Meski demikian, keberhasilan pengembangan Sitiluhur Park tidak hanya ditentukan oleh kunjungan pejabat, melainkan juga oleh realisasi program, kesinambungan pendampingan, dan keterlibatan masyarakat.

Dukungan terhadap infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, integrasi UMKM, serta pemasaran digital perlu diterjemahkan ke dalam rencana kerja yang terukur agar pengembangan destinasi dapat berjalan berkelanjutan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan Sitiluhur Park tidak berhenti sebagai destinasi wisata lokal, tetapi tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat kemandirian Desa Sitiluhur.

(Iwan, Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html