Gus Yasin Turun ke Pucakwangi, PKK SIGAB Digelorakan: Pati Hadapi Ancaman Bencana dari Hulu hingga Rumah Tangga
PATI – Ancaman bencana tidak selalu datang dengan peringatan. Ketika kondisi darurat terjadi, keluarga dan masyarakat di tingkat desa justru menjadi pihak pertama yang berhadapan langsung dengan situasi tersebut.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kunjungan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menghadiri Pelatihan PKK Siaga dan Tanggap Bencana (PKK SIGAB) Tahun 2026 serta pemberian bantuan air bersih.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Triguno sejak pukul 08.00 hingga 12.25 WIB dan dihadiri sekitar 500 orang.
Sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, PKK, perangkat desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat turut hadir.
Ketika Keluarga Menjadi Benteng Pertama
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan PKK SIGAB memiliki arti strategis bagi Kabupaten Pati.
Menurutnya, PKK merupakan organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga. Posisi tersebut membuat kader PKK dinilai memiliki ruang strategis untuk memberikan edukasi, membangun kesadaran, sekaligus menumbuhkan budaya tanggap terhadap potensi bencana.
Terlebih, Kabupaten Pati memiliki berbagai potensi bencana sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan tidak dapat hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.
Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga mereka mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana.
Gus Yasin: Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menempatkan kesiapsiagaan sebagai kunci dalam menghadapi kondisi darurat.
Menurut Gus Yasin, Jawa Tengah memiliki karakter wilayah yang beragam dengan berbagai potensi bencana. Karena itu, kesiapan dan kepedulian masyarakat harus dibangun sebelum bencana terjadi.
PKK, kata dia, memiliki posisi strategis karena kadernya bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Melalui jaringan tersebut, edukasi mengenai mitigasi bencana, pola hidup bersih dan sehat, kesiapsiagaan, hingga penanganan kondisi darurat dapat diteruskan sampai tingkat keluarga dan desa.
Gus Yasin berharap peserta PKK SIGAB tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.
Para kader didorong menjadi agen kesiapsiagaan bencana di wilayah masing-masing.
Mereka diharapkan mampu mengenali potensi risiko, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait ketika terjadi keadaan darurat.
Gotong Royong Jadi Kunci
Gus Yasin juga menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Masyarakat harus menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan tersebut.
Budaya gotong royong dan kepedulian sosial dinilai menjadi modal penting untuk mengurangi dampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Karena itu, peserta diminta mengikuti pelatihan secara serius, aktif berdiskusi, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menggeser cara pandang penanganan bencana dari sekadar respons setelah kejadian menjadi upaya membangun ketangguhan sejak tingkat rumah tangga.
Bantuan Air Bersih di Tengah Agenda Kesiapsiagaan
Kegiatan di Desa Triguno juga dirangkai dengan pemberian bantuan air bersih.
Kehadiran bantuan tersebut menjadi bagian penting dari agenda pelayanan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.
Hal ini menunjukkan bahwa isu kebencanaan tidak hanya berkaitan dengan ancaman bencana besar, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar ketika kondisi lingkungan mengalami gangguan.
Dengan demikian, kesiapsiagaan yang dibangun melalui PKK SIGAB tidak berhenti pada simulasi atau penyuluhan, tetapi juga menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dari Balai Desa Triguno, Pesan untuk Seluruh Pati
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin mengajak seluruh kader PKK untuk terus hadir di tengah masyarakat dan peka terhadap kondisi lingkungan.
Kader didorong aktif memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, pengelolaan lingkungan, serta pola hidup bersih dan sehat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Pati, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
Bagi Kabupaten Pati, pelatihan PKK SIGAB menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat paling bawah.
Sebab ketika bencana datang, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian.
Keluarga adalah unit terkecil yang pertama kali harus mampu mengenali risiko. Desa menjadi ruang pertama untuk membangun koordinasi. Dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam proses penyelamatan maupun pemulihan.
Karena itu, pertanyaan sesungguhnya bukan apakah bencana akan datang, melainkan seberapa siap masyarakat ketika bencana benar-benar terjadi.
Dari Desa Triguno, pesan yang dibawa Gus Yasin dan jajaran PKK Jawa Tengah cukup jelas: kesiapsiagaan tidak boleh menunggu bencana.
(Ahmad Jarmin)



0 Komentar