Datuk Setia Muda Jismar Nasution: Santri Punya Peran Strategis Menjaga Nilai Keagamaan dan Kebangsaan


ROKAN HILIR – Datuk Setia Muda Jismar Nasution, S.H., M.H., selaku Kabid Hukum Tanah Ulayat pada Dewan Pengurus Harian (DPH) Majelis Tinggi Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri di Indonesia.

Momentum Hari Santri Nasional diharapkan menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dalam pesan yang disampaikan melalui DPH Majelis Tinggi Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, Jismar Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menumbuhkan akhlak mulia, dan melestarikan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, santri tidak hanya berperan dalam mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga kerukunan, serta menanamkan semangat cinta tanah air.

Santri dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Santri merupakan bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pesantren selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan yang berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kepedulian sosial generasi muda.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi para santri untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada prinsip moral, etika, dan ajaran agama.

Dalam kehidupan masyarakat Melayu Kenegerian Kubu, nilai-nilai agama, adat istiadat, dan semangat kebersamaan juga memiliki kedudukan penting dalam menjaga keharmonisan sosial.

Oleh karena itu, peringatan Hari Santri Nasional dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ulama, santri, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam merawat persaudaraan serta menjaga persatuan.

Generasi muda, khususnya para santri, diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam bidang pendidikan, kegiatan sosial, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Hari Santri Nasional 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang berilmu, berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Dukungan terhadap pendidikan pesantren menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mampu menghadapi persaingan global tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai kebangsaan.

Santri diharapkan terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Jismar Nasution juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan menjadikan nilai-nilai agama serta adat sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang damai dan bermartabat.

Menurut pesan yang diangkat dalam peringatan tersebut, Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan, pengabdian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”


0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html