Bukan Sekadar Bangun Jalan, TMMD Sengkuyung IV Pati Bidik Dua Desa: 4 RTLH hingga 1,5 Kilometer Infrastruktur

PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Pati mulai dimatangkan. Bukan sekadar seremoni, program lintas sektor tersebut menyasar pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan masyarakat di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, dan Desa Semirejo, Kecamatan Gembong.



Persiapan program dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Aula Suluh Bhakti Kodim 0718/Pati, Selasa (6/10/2026).

Rakor berlangsung pukul 09.00 hingga 11.15 WIB dan diikuti sekitar 55 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, instansi vertikal, hingga pihak swasta.

Kasdim 0718/Pati Mayor Cpl. Kuswaranto memimpin jalannya koordinasi tersebut. Hadir antara lain perwakilan Bapperida, Dispermades, DPUTR, Setda, Disperkim, Kementerian Agama, Dinas P3AKB, Baznas, Dispertan, PG Trangkil, Muspika Sukolilo dan Gembong, Pasiter serta Pasi Log Kodim 0718/Pati, kepala desa sasaran, dan panitia TMMD.

Dua Desa Jadi Titik Berat Program

Dalam paparannya, Pasiter Kodim 0718/Pati menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung diarahkan sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan terpadu agar berjalan aman dan lancar.

Sasaran fisik ditempatkan di dua desa.

Di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, program meliputi pembangunan jalan makadam sepanjang 1.112 meter dengan lebar 6 meter dan ketebalan 0,2 meter, rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan satu unit tugu prasasti.

Sementara di Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, rehabilitasi dua unit RTLH, serta pembangunan satu unit tugu prasasti.

Dengan demikian, sedikitnya 1.512 meter infrastruktur jalan dan empat unit rumah tidak layak huni menjadi bagian dari sasaran fisik yang dipaparkan dalam Rakor.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan TMMD bukan pekerjaan kecil. Kesiapan material, tenaga, akses lokasi, pengawasan kualitas pekerjaan, hingga keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penting untuk memastikan target tersebut benar-benar menghasilkan manfaat bagi warga.

TMMD Tidak Hanya Beton dan Makadam

Kasdim 0718/Pati Mayor Cpl. Kuswaranto menegaskan bahwa TMMD merupakan program kerja sama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat aspek pertahanan melalui pemberdayaan masyarakat.

Karena melibatkan banyak institusi, Rakor dipandang penting untuk menyamakan persepsi dan pembagian tugas agar tidak terjadi perbedaan maupun kesalahpahaman ketika program memasuki tahap pelaksanaan.

“Kolaborasi” menjadi kata kunci dalam forum tersebut.

Perwakilan Bapperida Pati Nurul Aini bahkan menegaskan bahwa TMMD merupakan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Menurutnya, tanpa sinergi antarunsur tersebut, program tidak akan berjalan secara optimal.

Ia juga menyampaikan bahwa survei sebelumnya telah dilakukan di Desa Sukolilo dan Desa Semirejo. Berdasarkan hasil survei tersebut, kedua desa dinilai layak dan sesuai dengan target program TMMD.

Kepala desa di dua lokasi sasaran juga diminta berkomitmen untuk “sengkuyung bareng” agar kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan TNI dapat berjalan baik.

Penyuluhan Jadi Senjata Kedua

Selain pekerjaan fisik, TMMD Tahap IV juga memasukkan sejumlah agenda nonfisik.

Kodim 0718/Pati akan memberikan penyuluhan cinta tanah air. Polsek Sukolilo dan Polsek Gembong dijadwalkan memberikan materi terkait terorisme dan radikalisme.

Dinas P3AKB Kabupaten Pati menangani materi stunting, Posyandu, dan Posbindu. Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan mengenai penyakit menular dan tidak menular.

Materi lainnya mencakup teknologi tepat guna, pengembangan usaha perikanan dan pengolahan hasil perikanan, pengembangan usaha peternakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penyuluhan hukum, kesadaran lingkungan, dan pencegahan bencana alam.

Artinya, keberhasilan TMMD tidak hanya akan diukur dari berapa meter jalan yang selesai dibangun atau berapa rumah yang direhabilitasi.

Dampak sosial setelah program selesai juga menjadi pekerjaan rumah.

Tantangan Sesungguhnya Ada Setelah Seremoni

Rakor tersebut pada dasarnya menjadi forum untuk memastikan kesiapan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Persoalannya, keberhasilan program tidak cukup hanya ditentukan oleh tersusunnya daftar sasaran.

Kesesuaian antara kebutuhan masyarakat, kesiapan lokasi, material, tenaga kerja, dukungan anggaran, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor yang menentukan apakah target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan tepat sasaran.

Karena itu, keterlibatan masyarakat desa menjadi bagian penting.

TMMD sejak awal dirancang sebagai program yang menempatkan kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai salah satu kekuatan utama. Partisipasi warga bukan hanya diperlukan saat pembangunan berlangsung, tetapi juga dalam menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan setelah program berakhir.

Pembukaan Dijadwalkan 13 Oktober

Berdasarkan paparan Pasiter dalam Rakor, pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 13 Oktober 2026 di Lapangan Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan, konsistensi koordinasi lintas sektor akan menjadi penentu.

Program tersebut membawa target fisik yang konkret: jalan makadam di Sukolilo, betonisasi jalan di Semirejo, empat RTLH, serta sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh rencana tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.

Sebab, ukuran keberhasilan TMMD pada akhirnya bukan hanya meriahnya pembukaan, melainkan apakah jalan yang dibangun benar-benar membuka akses warga, rumah yang direhabilitasi benar-benar meningkatkan kelayakan hunian, dan penyuluhan yang diberikan benar-benar meningkatkan ketahanan masyarakat.

(Winarni/Arikha)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html