AMPB Gelar “Pesta Kemenangan Rakyat” di Alun-Alun Pati, Status, Doa, Tumpeng, hingga Kembang Ap
PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar doa bersama dan “Pesta Kemenangan Rakyat Pati” di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati, Rabu malam (21/10/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 orang tersebut menjadi ajang ungkapan syukur sekaligus penyampaian aspirasi publik terkait pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di Kabupaten Pati.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 21.31 WIB hingga 22.32 WIB, dengan titik kegiatan di bawah videotron Alun-Alun Simpang Lima Pati. Koordinator lapangan, Supriyono alias Botok, memimpin kegiatan yang diisi dengan pernyataan kepada media, doa bersama, makan tumpeng, serta penyalaan kembang api.
Status hukum Bupati Pati nonaktif Sudewo yang disebut dalam rangkaian kegiatan sebagai tersangka menjadi salah satu sorotan utama dalam pernyataan sejumlah peserta.
AMPB Sampaikan Apresiasi kepada KPK
Dalam pernyataan di hadapan awak media, Sutikno alias Paijan Jawi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perkembangan proses hukum yang menjerat Sudewo.
“Ini rasa syukur kami karena Bupati Sudewo sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami berterima kasih kepada KPK karena sudah menunjukkan kalau hukum itu memang harus adil dan tidak boleh tebang pilih,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pernyataan itu mencerminkan sikap AMPB yang menempatkan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sebagai isu utama dalam gerakan mereka. Meski demikian, proses hukum tetap harus dihormati sesuai asas praduga tak bersalah dan seluruh tahapan peradilan yang berlaku.
Bukan Sekadar Tasyakuran, Aspirasi Pedagang dan Pungli Ikut Disuarakan
Dalam rangkaian acara, Teguh Istiyanto menyampaikan pesan agar para pemimpin di Kabupaten Pati mengutamakan kepentingan rakyat. Ia juga menegaskan bahwa AMPB merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Selain persoalan korupsi, peserta turut menyoroti kesempatan bagi pedagang untuk berjualan di kawasan Alun-Alun Pati, dengan tetap memperhatikan kebersihan dan ketertiban. Tuntutan penghapusan pungutan liar (pungli) juga mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Aspirasi itu memperlihatkan bahwa agenda yang dibawa kelompok tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses hukum terhadap pejabat daerah, tetapi juga menyentuh persoalan ruang ekonomi masyarakat dan tata kelola pelayanan publik.
Publik kini menantikan bagaimana aspirasi tersebut ditanggapi oleh pemerintah daerah dan instansi terkait, terutama menyangkut pengaturan aktivitas perdagangan di ruang publik serta upaya pencegahan pungutan liar.
Doa Bersama, Tumpeng, dan Kembang Api
Berdasarkan rangkaian kegiatan, rombongan AMPB tiba di lokasi sekitar pukul 21.27 WIB untuk melakukan konsolidasi dan persiapan acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyalaan kembang api.
Sekitar pukul 21.52 WIB, acara dibuka dengan penyampaian aspirasi. Selanjutnya, pada pukul 22.07 WIB, Nurhamid memimpin doa yang berisi ungkapan syukur serta harapan agar Kabupaten Pati dan Indonesia terbebas dari kepemimpinan yang zalim dan memiliki pemerintahan yang adil, aman, tenteram, serta berpihak kepada rakyat.
Pada pukul 22.12 WIB, peserta melaksanakan makan tumpeng bersama sebagai bagian dari tasyakuran. Kegiatan kembali diwarnai pernyataan mengenai perjuangan masyarakat dan harapan agar hukum ditegakkan terhadap pejabat yang melakukan korupsi.
Sekitar pukul 22.20 WIB, peserta kembali menyalakan kembang api secara bersama-sama sebagai simbol rasa syukur. Setelah itu, anggota AMPB berkumpul di warung kerang milik Supriyono alias Botok di wilayah Margorejo. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.32 WIB.
Sekitar 150 Peserta Hadir, Situasi Dilaporkan Kondusif
Sejumlah tokoh dan anggota AMPB hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Supriyono alias Botok, Teguh Istiyanto, Eko Tayu, Eta, Mbah Cakra, Hadi Sugiyarso, Agung Budi Cahyo, Muan, Sutikno alias Paijan Jawi, serta Critoni Dhua dari LBH Teratai. Kegiatan juga dihadiri Nurhamid, anggota AMPB lainnya, dan awak media.
Untuk mendukung kegiatan, peserta menggunakan sejumlah kendaraan yang dilengkapi perangkat pengeras suara, serta membawa bendera Merah Putih, bendera AMPB, tumpeng, dan kembang api.
Berdasarkan laporan pemantauan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Ujian Berikutnya: Pengawalan Hukum dan Pembuktian di Pengadilan
Kegiatan AMPB di Alun-Alun Simpang Lima Pati menegaskan bahwa isu pemberantasan korupsi masih menjadi perhatian sebagian masyarakat. Namun, ukuran keberhasilan penegakan hukum bukan semata-mata ekspresi kemenangan di ruang publik, melainkan proses hukum yang transparan, pembuktian yang sah, dan putusan pengadilan yang dijalankan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, aspirasi mengenai penghapusan pungli dan akses pedagang terhadap ruang publik juga memerlukan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah.
Perkembangan perkara yang melibatkan Sudewo serta respons pemerintah terhadap tuntutan masyarakat akan menjadi bagian penting yang patut terus dipantau.
(Iwan, Winarni)




0 Komentar