300 Peserta Padati Upacara Hari Santri di Jaken Pati! Ulama: Bukan Hanya Agama, tetapi Juga Masa Depan Bangsa
Upacara yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jaken. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh Nahdlatul Ulama, anggota DPRD Kabupaten Pati, tenaga pendidik, para santri, serta pelajar.
Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Jaken, KH. Baidhowi, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Camat Jaken Tri Agung Setiawan, S.E., Ketua Tanfidziyah MWCNU Jaken Asnawi, S.Ag., anggota DPRD Kabupaten Pati dari daerah pemilihan IV, H. Joko Wahyudi, S.E., serta Kapolsek Jaken AKP Daryono.
Turut hadir perwakilan Koramil 16/Jaken, Peltu M. Rosidi, Koordinator Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Jaken Sujad, S.Pd.SD., M.Si., Ketua Panitia M. Shodiqin, Ketua PAC Muslimat NU Jaken Hj. Isriwati, serta para kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Jaken.
Pesan Tegas KH. Baidhowi: Santri Harus Siap Menghadapi Perubahan Zaman
Dalam amanatnya, KH. Baidhowi menekankan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Namun, semangat perjuangan tersebut tidak cukup hanya dikenang melalui upacara. Nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan santri perlu diwujudkan melalui peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Santri juga didorong untuk memiliki semangat nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai keagamaan dan kebangsaan dinilai perlu berjalan beriringan agar generasi santri mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pesan penting lainnya adalah perlunya santri menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya berperan dalam lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam pembangunan sosial dan kemajuan masyarakat.
Bukan Sekadar Seremonial, Persatuan Jadi Pesan Utama
Peringatan HSN di Jaken juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan, kerukunan antarumat beragama, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, peran tokoh agama, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kehidupan yang harmonis serta mencegah munculnya perpecahan.
KH. Baidhowi turut menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Pesan ini menjadi relevan karena kontribusi santri tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu agama, tetapi juga dari kemampuan menjaga kerukunan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan Pemerintah dan Aparat, Sekitar 300 Peserta Hadir
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, legislatif, organisasi keagamaan, dan dunia pendidikan menunjukkan keterlibatan berbagai elemen dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Jaken.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan penempatan peserta, dilanjutkan pelaksanaan upacara yang dipimpin KH. Baidhowi, penyampaian amanat, penutupan, serta foto bersama.
Berdasarkan laporan pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Tidak dilaporkan adanya gangguan menonjol selama upacara berlangsung.
Tantangan Berikutnya: Mewujudkan Pesan Hari Santri dalam Kehidupan Nyata
Besarnya partisipasi dalam upacara menjadi salah satu indikator dukungan masyarakat terhadap peringatan Hari Santri Nasional. Meski demikian, ukuran keberhasilan peringatan tidak berhenti pada jumlah peserta maupun kelancaran acara.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai keimanan, toleransi, nasionalisme, kedisiplinan, dan kepedulian sosial benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Santri diharapkan mampu menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, terbuka terhadap perkembangan pengetahuan, berkarakter, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Jaken diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan antara ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan bangsa.
(Agus Suranto)



0 Komentar