Taruna Jati Cup V Dibuka, PTMSI Jateng Bidik Prestasi PON 2028
KOTA TEGAL — Kejuaraan Tenis Meja Taruna Jati Cup V Kota Tegal resmi dibuka di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Minggu (6/9/2026). Turnamen yang digelar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Tegal tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet potensial sejak usia dini.
Pembukaan turnamen dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Ketua PTMSI Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. (Purn.) Lukas Arry Dwiko Utomo, Ketua KONI Kota Tegal Supardi, serta Ketua PTMSI Kota Tegal Yanto Suyanto.
Ketua PTMSI Jawa Tengah Lukas Arry Dwiko Utomo mengatakan, peningkatan prestasi tenis meja membutuhkan pembinaan yang terarah dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sejumlah daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial.
“Ini harus disikapi bersama, tidak bisa per orang. Semua bisa terselesaikan jika kita berusaha bersama-sama,” ujarnya.
Lukas menegaskan, PTMSI Jawa Tengah tengah mendorong peningkatan kualitas atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028. Jawa Tengah juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja pada November 2026, yang diharapkan menjadi momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet daerah.
Wali Kota Tegal Dorong Pembentukan Karakter Atlet
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengapresiasi penyelenggaraan Taruna Jati Cup V. Ia menilai kompetisi olahraga tidak semata-mata berorientasi pada perebutan juara, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, atlet harus ditempa dengan kedisiplinan, sportivitas dan mental kompetitif sejak usia dini.
Ia berharap turnamen tersebut mampu melahirkan atlet-atlet tenis meja Kota Tegal yang dapat berprestasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga menembus level provinsi, nasional hingga internasional.
500 Atlet Meriahkan Taruna Jati Cup V
Ketua PTMSI Kota Tegal Yanto Suyanto mengatakan, Taruna Jati Cup V diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai daerah dan jenjang usia. Peserta antara lain berasal dari Pekalongan, Cilacap dan Purbalingga, selain atlet dari Kota Tegal.
“Tujuan turnamen ini kami dari Kota Tegal ingin mencari bibit-bibit potensial,” kata Yanto.
Ia optimistis pembinaan yang dilakukan secara konsisten, didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, dapat membawa tenis meja Kota Tegal semakin kompetitif.
“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kami berharap Kota Tegal dapat mulai berbicara di tingkat Jawa Tengah,” ujarnya.
Taruna Jati Cup V mempertandingkan sembilan kategori, mulai kelompok usia SD, SMP, SMA, kategori umum hingga nomor ganda. Sebanyak 36 piala diperebutkan dalam kejuaraan yang berlangsung selama satu hari tersebut.
Kategori yang dipertandingkan meliputi SD Putra/Putri, SMP Putra/Putri, SMA Putra/Putri, Umum, Ganda 100 Plus dan Ganda Eksekutif.
Selain menjadi arena kompetisi, Taruna Jati Cup V diharapkan mampu memperluas pembinaan tenis meja hingga tingkat akar rumput. Dengan semakin banyaknya kompetisi usia dini, peluang menemukan atlet potensial yang dapat diproyeksikan menuju level provinsi, nasional bahkan PON diharapkan semakin terbuka.
(Ramli/Wawan)




0 Komentar