PBF 2026 Digelar di Pati, 8 Perusahaan Siapkan Rencana Investasi Rp12,6 Triliun

PATI — Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Pati Business Forum (PBF) 2026 di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (28/9/2026) malam. Forum yang mengusung tema “Kolaborasi Mengubah Tantangan Menjadi Peluang untuk Pati Maju” tersebut mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB dan diikuti sekitar 100 peserta.


Salah satu agenda utama dalam forum tersebut adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) dari delapan perusahaan yang menyatakan rencana investasi di Kabupaten Pati dengan total nilai mencapai Rp12,6 triliun.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, S.H., M.H., Plt. Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto, M.Si., Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Candra, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, S.E., Kapolresta Pati Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD terkait.

Turut hadir perwakilan pemerintah kabupaten se-Karesidenan Pati, unsur perbankan, pelaku usaha, investor, serta jajaran Bank Jateng.

Investasi Rp12,6 Triliun

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Candra dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan LoI dari delapan perusahaan dengan nilai rencana investasi Rp12,6 triliun merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Risma dalam forum tersebut.

Menurutnya, rencana investasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dan mempromosikan iklim investasi di Kabupaten Pati.

Risma juga menyebut sejumlah perusahaan, termasuk PT Lensa Patria Energi, yang berencana menanamkan modal di sektor pelabuhan dan perikanan.

Rencana tersebut antara lain mencakup pembangunan atau pengembangan fasilitas cold storage serta pengolahan ikan.

“Kabupaten Pati akan terus mengawal seluruh investasi yang masuk,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan berupaya mengawal proses perizinan dan memberikan kemudahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemprov Jateng Didorong Percepat Perizinan

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan bahwa rencana investasi senilai Rp12,6 triliun tersebut menunjukkan adanya peluang pengembangan investasi di Kabupaten Pati.

Ia menyatakan Pemkab Pati bersama Pemprov Jawa Tengah akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif.

Dukungan pemerintah provinsi, menurutnya, diharapkan dapat membantu kelancaran proses perizinan hingga realisasi investasi.

Dalam forum tersebut, selain penandatanganan LoI, rangkaian acara juga diisi dengan pengenalan produk Bank Jateng, pemberian PBF Award 2026, pemaparan narasumber, diskusi dan sesi tanya jawab.

Forum tersebut diarahkan sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha sekaligus penjajakan peluang kerja sama dalam pengembangan sektor ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Pati juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha dan investor, dengan harapan pertumbuhan investasi dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Kegiatan PBF 2026 berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Winarni/Iwan)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html