Muhammadiyah Serukan Pati Jangan Terpecah: Iman, Akhlak dan Kerukunan Jadi Kunci

PATI — Sekitar 2.000 jamaah memadati Masjid Agung Baitunnur Pati, Minggu (6/9/2026), dalam kegiatan Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati 2026.

Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Rifqi Ja’far Thaib dari Malang tersebut mengangkat tema “Merawat Pati dengan Iman, Menyejukkan dengan Akhlak, Membangun dengan Kerukunan, Kedamaian dan Kebersamaan.”


Tabligh akbar berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar 09.58 WIB. Kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sehingga pesan dakwah dapat diikuti masyarakat di luar lokasi.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga Muhammadiyah untuk memperkuat pesan persatuan serta menjaga kondusivitas Kabupaten Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, perwakilan Kapolresta Pati, perwakilan Dandim 0718/Pati, Asisten I Sekda Pati Indriyanto, sejumlah kepala OPD, jajaran PDM dan PCM Muhammadiyah se-Kabupaten Pati, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Pati, serta tokoh agama dan masyarakat.

Dari Masjid Baitunnur, Pesan Damai untuk Pati

Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Masjid Agung Baitunnur merupakan tempat ibadah yang menjadi milik dan ruang bersama masyarakat. Karena itu, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di masjid tersebut diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat kedamaian dan kerukunan di Kabupaten Pati.

Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan semacam itu terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang rukun dan saling menghormati.

“Merawat Pati dengan iman, menyejukkan dengan akhlak, membangun dengan kerukunan, kedamaian dan kebersamaan” dinilai bukan sekadar tema kegiatan, melainkan nilai yang harus diwujudkan melalui sinergi antara ulama, pemerintah dan masyarakat.

Terlebih Kabupaten Pati tengah memasuki usia ke-703. Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan antara ulama dan umaro serta dukungan seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Ustadz Rifqi Tekankan Akhlak dan Persatuan

Sementara itu, Ustadz Rifqi Ja’far Thaib dalam materi tabligh akbarnya mengajak masyarakat menjadikan keimanan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, toleransi, kerukunan dan sikap saling menghormati sebagai bagian dari upaya mempertahankan persatuan.

Menurutnya, kemajuan Kabupaten Pati tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kebersamaan dan sinergi antara ulama, umaro serta seluruh elemen masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika masyarakat yang membutuhkan ruang komunikasi, kebersamaan dan sikap saling menghargai.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Pati agar tetap aman, damai dan bermartabat.

Bukan Sekadar Tabligh Akbar

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan ceramah keagamaan. Acara juga menampilkan rebana dari SMP Muhammadiyah Pati, wisuda Madrasah Lansia 'Aisyiyah Pati, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua PDM Pati, sambutan Plt Bupati, sesi tanya jawab, pembagian doorprize hingga doa dan penutupan.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dakwah dan pembinaan masyarakat dapat dikemas melalui berbagai kegiatan pendidikan, sosial, budaya dan keagamaan.

Dengan jumlah jamaah yang mencapai sekitar 2.000 orang, kegiatan ini menjadi salah satu momentum konsolidasi warga Muhammadiyah sekaligus mempertegas pentingnya pesan damai di tengah masyarakat Pati.

Namun, pesan yang disampaikan dalam tabligh akbar tersebut pada akhirnya akan diuji di tengah kehidupan masyarakat.

Sebab, iman harus tercermin dalam akhlak, kerukunan harus terlihat dalam tindakan, dan kebersamaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika pesan tersebut mampu diterjemahkan menjadi gerakan nyata oleh masyarakat, sinergi ulama, umaro dan warga bukan hanya menjadi slogan di atas mimbar, tetapi dapat menjadi modal sosial untuk membangun Kabupaten Pati yang lebih aman, sejuk dan bermartabat.

(Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html