Kapolri “Turun Gunung” ke Pesantren Gus Baha di Rembang: Ngaji Kebangsaan, Polisi-Ulama Bicara Masa Depan NKRI
Kunjungan tersebut dikemas dalam agenda “Ngaji Kebangsaan” bersama Gus Baha. Kapolri hadir bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan jajaran Polda Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga 13.50 WIB dan berjalan aman serta kondusif.
Pertemuan Kapolri dengan Gus Baha tersebut menarik perhatian karena tidak hanya mempertemukan unsur kepolisian dengan tokoh agama, tetapi juga membawa pesan mengenai hubungan ulama dan umaroh dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kapolri Bicara Ulama, Polisi dan Persatuan Indonesia
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa perjalanan ulama dan umaroh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Menurut Listyo Sigit, ulama memiliki posisi penting dalam memberikan arah moral kepada masyarakat.
Ia mengibaratkan ulama sebagai “lentera” yang menerangi ketika masyarakat menghadapi kegelapan dan sebagai “kompas” yang menunjukkan jalan ketika menghadapi persoalan.
Dalam konteks kepolisian, Kapolri menegaskan tugas Polri berkaitan dengan menjaga keteraturan sosial, memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, serta memastikan keamanan agar pembangunan dapat berjalan.
“Pada saat masyarakat bisa aman, maka pembangunan bisa dijalankan,” demikian inti pesan Kapolri dalam kegiatan tersebut.
Kapolri juga menyinggung tantangan global yang berdampak terhadap berbagai sektor, mulai konflik internasional, pangan, energi hingga perang dagang dan kondisi ekonomi.
Menurutnya, tantangan tersebut perlu dihadapi bersama dengan tetap menjaga persatuan bangsa.
17 Ribu Pulau, Ribuan Suku dan Bahasa
Pesan kebangsaan Kapolri kemudian diarahkan pada persoalan keberagaman Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan ribuan pulau, suku dan bahasa. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dirawat sebagai kekuatan bangsa.
Nilai persatuan tersebut dikaitkan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.
Kapolri juga meminta Gus Baha memberikan doa bagi jajaran kepolisian dan bangsa Indonesia.
Ia berharap nasihat dan doa para ulama dapat menjadi energi positif bagi jajaran Polri dalam menjalankan tugas serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gus Baha: Polisi dan Tentara Punya Tugas, Tokoh Masyarakat Punya Peran Kultural
Sementara itu, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan perspektif mengenai hubungan aparat, tokoh masyarakat dan kehidupan keagamaan.
Gus Baha mengatakan bahwa polisi dan tentara memiliki tugas serta fasilitas yang melekat pada profesinya. Sementara tokoh masyarakat memiliki peran yang bersifat kultural.
Dalam penjelasannya, Gus Baha juga mengaitkan ketertiban sosial dengan dua bentuk rasa takut, yakni rasa takut terhadap konsekuensi hukum dan rasa takut kepada Tuhan.
Ia kemudian menekankan pentingnya sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menurut Gus Baha, manusia telah berusaha, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Tuhan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Ngaji Kebangsaan yang mempertemukan perspektif keagamaan dengan tugas pelayanan dan keamanan negara.
Kapolri Minta Doa Kiai
Ada pesan lain yang cukup menonjol dalam pertemuan tersebut. Kapolri secara terbuka meminta doa kepada Gus Baha dan para kiai agar jajaran Polri dapat menjalankan amanah dengan baik.
Kapolri berharap institusi kepolisian terus memperoleh semangat dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut menunjukkan adanya ruang dialog antara institusi kepolisian dan tokoh agama, khususnya dalam menyampaikan pesan mengenai keamanan, persatuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Rombongan Kapolri Bergerak dari Narukan
Kapolri bersama rombongan tiba di helipad Lapangan Desa Narukan sekitar pukul 09.52 WIB menggunakan helikopter. Tujuh menit kemudian rombongan bergerak menuju Pondok Pesantren LP3IA dan tiba sekitar pukul 09.59 WIB.
Kegiatan Ngaji Kebangsaan dimulai sekitar pukul 10.15 WIB dengan rangkaian sholawat, foto bersama, menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan Kalam Illahi, sambutan, tausiyah dan doa.
Sekitar pukul 11.52 WIB kegiatan selesai. Kapolri kemudian menuju kediaman Gus Baha untuk melaksanakan ishoma dan ramah tamah.
Sekitar pukul 13.35 WIB, rombongan meninggalkan kediaman Gus Baha dan bergerak menuju helipad. Lima menit kemudian rombongan tiba di lokasi.
Pada pukul 13.48 WIB, Kapolri beserta rombongan lepas landas dari Helipad Lapangan Narukan menuju Akpol Semarang.
Sejumlah pejabat Polri turut mendampingi kunjungan tersebut, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol Yuda Gustawan, AS SDM Kapolri Irjen Pol Jawari, Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, serta pejabat utama Polda Jawa Tengah dan para kapolres di wilayah eks Karesidenan Pati dan sekitarnya.
Kegiatan berlangsung lancar, aman dan kondusif.
Di balik agenda “Ngaji Kebangsaan”, pertemuan Kapolri dan Gus Baha memperlihatkan satu pesan utama: persoalan keamanan dan kebangsaan tidak hanya dibicarakan dari ruang institusi, tetapi juga melalui dialog dengan tokoh agama dan pesantren.
(Totis/Ardian)


0 Komentar