Jembatan Gantung dan Sumur Bor Dibangun TNI di Pati, Benarkah Infrastruktur Ini Jadi Jalan Keluar Kesulitan Warga?

PATI — Bukan sekadar seremoni. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., turun langsung meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, serta program pembuatan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari peninjauan program TNI AD yang diarahkan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus meningkatkan akses infrastruktur dasar dan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Pangdam datang bersama Ketua Persit KCK PD IV Ny. Nuning Achiruddin dan sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro serta rombongan Korem 073/Makutarama.

Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 09.30 hingga 13.54 WIB itu, Pangdam tidak hanya melihat progres pembangunan jembatan, tetapi juga meresmikan prasasti Bhakti TNI dan melakukan pembagian sembako kepada masyarakat sekitar Dukuh Dayu, Desa Tanjungsekar.

Jembatan Merah Putih Jadi Sorotan

Sekitar pukul 09.55 WIB, Pangdam IV/Diponegoro tiba di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen.

Kedatangan tersebut disambut unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Forkopimcam, pemerintah desa, personel kewilayahan, serta masyarakat.

Pangdam kemudian melakukan peninjauan secara langsung terhadap pembangunan jembatan yang diharapkan mampu membuka dan memperlancar mobilitas warga.

Jembatan tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial.

Namun, setelah pembangunan selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas konstruksi, keamanan penggunaan, serta pemeliharaan jembatan agar manfaatnya tidak berhenti pada saat peresmian.

Sekitar pukul 10.16 WIB, peninjauan selesai dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tanjungsekar.

Sumur Bor untuk Menjawab Persoalan Air Bersih

Sekitar pukul 11.20 WIB, rombongan tiba di lokasi pembuatan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi.

Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

Pada pukul 11.32 WIB, Pangdam IV/Diponegoro melaksanakan peresmian prasasti Bhakti TNI sekaligus membagikan sembako kepada masyarakat sekitar Dukuh Dayu.

Pangdam: Program Harus Tepat Sasaran

Dalam pengarahan kepada jajaran terkait, Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung dan pembuatan sumur bor merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Program TNI AD, menurutnya, harus dilaksanakan secara baik, tepat sasaran, tepat guna dan memberikan manfaat secara langsung serta berkelanjutan.

Pembangunan jembatan diharapkan mampu meningkatkan akses dan mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas perekonomian, pendidikan maupun sosial.

Sementara sumur bor diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Bukan Sekadar Bangun, Manfaatnya Harus Berkelanjutan

Kunjungan Pangdam IV/Diponegoro tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan program TNI AD benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebab, pembangunan infrastruktur desa tidak cukup hanya diukur dari berdirinya fisik bangunan.

Jembatan harus kuat dan aman digunakan. Sumur bor harus mampu menyediakan air dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Di sinilah sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penting, terutama dalam pemanfaatan serta pemeliharaan hasil pembangunan.

Usai dari Desa Tanjungsekar, Pangdam bersama rombongan menuju rumah tokoh masyarakat H. Purwadi di Desa Ketitang Wetan.

Selanjutnya, pada pukul 13.54 WIB, rombongan bergerak menuju Jembatan Beton Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Seluruh rangkaian kegiatan di wilayah Kabupaten Pati berlangsung aman, lancar dan kondusif.

Program jembatan gantung dan sumur bor tersebut kini menyisakan pekerjaan bersama: memastikan fasilitas yang dibangun bukan hanya menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi benar-benar menjadi infrastruktur yang dipakai, dirawat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

(Ahsin/Ahmad Jarmin)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html