Hari Ketiga Aksi AMPB di Bank Mandiri Pati, Massa Segel Pintu Samping dan Bakar Ban
Aksi berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB dan diikuti kurang lebih 40 orang. Supriyono alias Botok bertindak sebagai koordinator lapangan.
Dalam aksinya, AMPB menyampaikan dua tuntutan utama, yakni meminta pencopotan jajaran direksi Bank Mandiri serta menuntut pertanggungjawaban moral dan material kepada nasabah dan masyarakat atas persoalan yang mereka keluhkan.
Massa Persoalkan Pembatasan Perwakilan Audiensi
Rangkaian aksi diawali kedatangan massa menggunakan kendaraan pribadi dan satu bus putih sekitar pukul 14.10 WIB. Setelah orasi, doa, serta penyampaian pernyataan dari kuasa hukum dan korban, perwakilan AMPB berupaya melakukan audiensi dengan pihak Bank Mandiri.
Namun, sekitar pukul 15.06 WIB, Teguh Istiyanto bersama tim AMPB menyatakan keberatan karena pihak bank disebut hanya menerima tiga orang perwakilan dari enam orang yang diminta.
“Kita meminta enam orang perwakilan untuk masuk, tetapi pihak Bank Mandiri hanya membatasi tiga orang,” ujar Teguh dalam orasinya.
AMPB kemudian menyatakan menolak mediasi apabila jumlah perwakilan dibatasi. Mereka meminta agar enam orang yang terdiri dari perwakilan korban dan pendamping dapat masuk untuk menyampaikan aspirasi.
Sekitar pukul 15.30 WIB, pintu teralis atau besi Bank Mandiri ditutup. Satu jam kemudian, massa AMPB disebut menyegel atau mengunci pintu jalur samping gedung bank.
Pada pukul 16.10 WIB, dua pegawai Bank Mandiri keluar melalui pintu depan menggunakan mobil Polantas Polresta Pati. Selanjutnya, massa kembali menyampaikan orasi.
Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Kredit Fiktif
Dalam aksi tersebut, Wahyu Seno Aji, kuasa hukum korban dugaan kredit fiktif KCP Bank Mandiri Batangan, turut menyampaikan sejumlah keluhan nasabah.
Ia mengungkapkan dugaan adanya pelanggaran prosedur perbankan, termasuk pencatutan nama dan sertifikat warga, pemalsuan tanda tangan atau perjanjian kredit, serta pencairan dana tanpa sepengetahuan korban.
Menurut Wahyu, terdapat warga yang mengaku meminjam Rp50 juta, tetapi dalam dokumen kredit tercatat Rp90 juta. Ada pula pinjaman Rp30 juta yang disebut tercatat menjadi Rp100 juta.
Ia juga menyinggung sertifikat atas nama Subagyo yang menurutnya telah lunas pada 2017, tetapi tidak dikembalikan dan diduga kembali dijadikan jaminan kredit baru senilai Rp150 juta.
“Kasus ini sudah dilaporkan dan sedang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah,” kata Wahyu.
Ia mendesak agar dugaan tersebut diusut serta meminta Bank Mandiri menyelesaikan persoalan kerugian yang dialami para korban, yang disebut sebagian merupakan petani.
LBH Teratai Desak Pertanggungjawaban Bank
Perwakilan LBH Teratai Pati, Kristono Duha dan Tri Apri Vander, juga menyampaikan tuntutan agar Bank Mandiri bertanggung jawab atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Kristono meminta pimpinan Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat, khususnya Supriyono alias Botok, serta memberikan pertanggungjawaban moral dan hukum atas kerugian yang diklaim timbul akibat pemblokiran rekening.
Ia menyebut rekening tersebut digunakan untuk keperluan operasional aksi di Jakarta. Menurutnya, pemblokiran menyebabkan peserta aksi mengalami kesulitan sebelum akhirnya terbantu oleh donasi masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Tri Apri Vander mendesak Bank Mandiri membuka ruang penyelesaian dan membongkar dugaan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan kredit fiktif maupun pemblokiran rekening.
“Kami terbuka untuk dialog damai dan komunikasi dengan masyarakat serta nasabah,” ujar Tri dalam orasinya.
Supriyono Rencanakan Aksi Lanjutan
Supriyono alias Botok dalam orasinya mengkritik sikap Bank Mandiri yang dinilai tidak terbuka dalam menerima audiensi. Ia menyatakan AMPB berencana mengajukan surat pemberitahuan untuk menggelar aksi lanjutan di depan kantor Bank Mandiri selama enam bulan.
Rencana tersebut, menurut Supriyono, dimaksudkan untuk terus menyuarakan tuntutan pertanggungjawaban atas pemblokiran rekening dan dugaan persoalan perbankan yang dikeluhkan warga.
Sekitar pukul 16.50 WIB, massa melakukan pelemparan telur ke gedung Bank Mandiri. Kemudian pada pukul 17.20 WIB, massa membakar ban di depan gedung.
Sekitar pukul 17.40 WIB, Teguh menyatakan aksi hari itu selesai. Ia menyampaikan bahwa sebagian massa akan tetap berada di lokasi dan berencana membawa ambulans AMPB.
Berdasarkan laporan lapangan, kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib dan aman. Namun, rencana aksi lanjutan AMPB di depan Kantor Cabang Bank Mandiri Pati masih perlu diantisipasi oleh pihak terkait.
(Iwan)


0 Komentar