Forkab KORMI Pati Himpun 500 Peserta, Dorong Masyarakat Makin Bugar dan Kompak

PATI — Festival Olahraga Kabupaten (Forkab) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pati Tahun 2026 bukan sekadar ajang berkumpulnya para pegiat olahraga. Kegiatan yang berlangsung Minggu (13/9/2026) pagi itu menjadi momentum konsolidasi olahraga masyarakat sekaligus mendorong budaya hidup sehat di Kabupaten Pati.

Sedikitnya 500 peserta mengikuti kegiatan yang digelar sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Jalan Tombronegoro No. 1, Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pati, DPRD, kepolisian, TNI, kejaksaan, KORMI Jawa Tengah, pengurus KORMI Pati, serta para atlet dan pegiat olahraga masyarakat.

Plt. Bupati Pati diwakili Asisten II Setda Pati Nasikun. Hadir pula Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono, perwakilan Ketua DPRD Pati Suhartini atau Bu Asih, perwakilan Kapolresta Pati Kabag Ren Kompol Anwar, perwakilan Dandim 0718/Pati Danramil 12/Margorejo Kapten Cba M. Zuhri Antoro, serta perwakilan Kajari Pati melalui Kasubsi 2 Intelijen Kejaksaan Negeri Pati Imam Subaweh Arifin, S.H., M.H.

Dari jajaran KORMI, hadir perwakilan Ketua KORMI Provinsi Jawa Tengah Adelio Anjos dan Ketua KORMI Kabupaten Pati Hj. Sri Endah Wahyuningsari, S.K.M., bersama jajaran pengurus.

Puluhan Komunitas Olahraga Turun ke Lapangan

Forkab 2026 melibatkan berbagai induk organisasi olahraga (Inorga), komunitas olahraga rekreasi, hingga olahraga tradisional.

Peserta antara lain berasal dari Senam Jantung Sehat, Senam Tera Indonesia, Universal Line Dance, Ikatan Langkah Dansa Indonesia, olahraga tradisional/PORTINA, Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia, Indonesia E-Sport Association, Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia, Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia, Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara, Persatuan Panahan Tradisional Indonesia, Silat Budaya, Komunitas Sepeda Tua Indonesia, Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia, Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia, Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia, Keluarga Pencak Silat Nusantara, Indonesia Taekwondo Fun, Persatuan Bola Sundul Indonesia, Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel, serta Yayasan Pendidikan Olahraga Karate.

Keragaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa olahraga masyarakat tidak hanya identik dengan cabang olahraga kompetitif. Aktivitas rekreasi, permainan tradisional, kebugaran hingga olahraga berbasis komunitas juga menjadi bagian dari gerakan membangun masyarakat yang aktif.

KORMI: Forkab Bukan Sekadar Seremonial

Dalam sambutannya, perwakilan KORMI Provinsi Jawa Tengah Adelio Anjos mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pati, KORMI, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Forkab 2026.

Menurutnya, Forkab memiliki posisi penting sebagai sarana pembinaan olahraga masyarakat, peningkatan kebugaran, sekaligus mempererat silaturahmi dan sportivitas.

KORMI Jawa Tengah juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Pati agar semakin maju dan mampu melahirkan prestasi.

Pesan tersebut menjadi penting karena olahraga masyarakat tidak semata-mata berbicara mengenai kompetisi dan perolehan medali. Lebih jauh, olahraga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemkab Pati Dorong Masyarakat Hidup Sehat

Sementara itu, Asisten II Setda Pati Nasikun yang mewakili Plt. Bupati Pati menyampaikan apresiasi kepada KORMI dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam Forkab 2026.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kebugaran, kesehatan dan semangat kebersamaan masyarakat.

Forkab juga diharapkan menjadi ruang untuk menggali potensi serta prestasi para pegiat olahraga masyarakat di Kabupaten Pati.

Dukungan pemerintah daerah terhadap olahraga masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terdapat kegiatan festival.

Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat untuk Masyarakat

Jika olahraga prestasi selama ini lebih banyak berorientasi pada kompetisi, olahraga masyarakat mempunyai ruang yang lebih luas. Anak-anak, orang dewasa hingga kelompok usia lanjut dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

Karena itu, Forkab KORMI Pati 2026 dapat dilihat sebagai upaya “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat” melalui berbagai Inorga olahraga rekreasi, kebugaran dan permainan tradisional.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial. Berbagai komunitas dengan latar belakang berbeda dapat bertemu, bergerak bersama dan membangun solidaritas melalui olahraga.

Di tengah tuntutan kehidupan masyarakat yang semakin padat, ruang publik untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kamtibmas Kondusif

Seluruh rangkaian kegiatan Forkab KORMI Kabupaten Pati Tahun 2026 berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Pemantauan dan koordinasi dengan unsur terkait dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Dengan berakhirnya Forkab 2026, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, tetapi memastikan semangat olahraga masyarakat benar-benar hidup di tengah masyarakat Pati.

Sebab, ukuran keberhasilan olahraga masyarakat bukan hanya berapa banyak peserta yang hadir dalam sebuah festival, melainkan seberapa jauh masyarakat kemudian terbiasa bergerak, berolahraga, hidup sehat dan membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

(Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html