Dua Mahasiswi UHT Pekanbaru Bongkar Celah Informasi Publik di Kelurahan Kulim

PEKANBARU — Di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik dan pelayanan pemerintahan yang semakin bergeser ke ranah digital, akses masyarakat terhadap informasi kelurahan masih menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut mendorong dua mahasiswi Universitas Hangtuah Pekanbaru, Anisa Bela dan Nesa Septrilia, menghadirkan sebuah inovasi digital berupa website informasi Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.


Website tersebut bukan sekadar proyek berbasis teknologi. Kehadirannya menjadi upaya menghadirkan kanal informasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat tanpa harus selalu datang langsung ke kantor kelurahan.

Selama ini, penyampaian informasi pemerintahan di tingkat kelurahan masih kerap bergantung pada komunikasi langsung, papan pengumuman maupun media sosial. Di tengah masyarakat yang semakin terbiasa memperoleh informasi secara cepat melalui internet, kebutuhan terhadap pusat informasi digital yang terstruktur menjadi semakin penting.

Anisa Bela dan Nesa Septrilia melihat kebutuhan tersebut sebagai ruang untuk menghadirkan solusi melalui teknologi.

Website Kelurahan Kulim dirancang sebagai media informasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai informasi mengenai kelurahan secara daring. Informasi yang sebelumnya harus dicari melalui jalur konvensional diharapkan dapat diakses dengan lebih cepat dan praktis.

Persoalannya kemudian bukan sekadar ada atau tidaknya website, tetapi sejauh mana platform tersebut benar-benar mampu menjadi pintu informasi publik bagi masyarakat.

Website pemerintahan akan memiliki nilai ketika informasi di dalamnya diperbarui secara berkala, mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan warga, serta mampu memberikan gambaran mengenai aktivitas dan pelayanan pemerintahan kelurahan.

Karena itu, inovasi yang dilakukan kedua mahasiswi tersebut membuka peluang bagi Kelurahan Kulim untuk melakukan transformasi pelayanan informasi secara lebih serius.

Selain menyediakan informasi, keberadaan platform digital juga dapat menjadi instrumen pendukung transparansi. Masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengetahui perkembangan kegiatan kelurahan, program yang dijalankan, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Dari perspektif pelayanan publik, digitalisasi semacam ini juga dapat memangkas ketergantungan masyarakat terhadap informasi yang hanya beredar secara langsung atau dari mulut ke mulut.

Namun, website bukanlah tujuan akhir. Tantangan sebenarnya justru berada pada konsistensi pengelolaan.

Tanpa pembaruan informasi dan pengelolaan yang berkelanjutan, website berpotensi hanya menjadi etalase digital yang tidak banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sebaliknya, jika dikelola secara aktif, platform tersebut dapat berkembang menjadi pusat informasi publik Kelurahan Kulim sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah kelurahan dan warga.

Langkah Anisa Bela dan Nesa Septrilia menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik, tetapi juga dapat menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan pelayanan dan komunikasi publik.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintahan di tingkat kelurahan seperti ini menjadi penting untuk mempercepat adaptasi digital. Apalagi masyarakat kini menuntut pelayanan yang semakin cepat, terbuka dan mudah diakses.

Kini bola berada di tangan Kelurahan Kulim.

Apakah website tersebut akan berhenti sebagai inovasi mahasiswa, atau justru dikembangkan menjadi sistem informasi publik yang benar-benar hidup dan dibutuhkan masyarakat?

Jika dikelola secara konsisten, website Kelurahan Kulim berpotensi menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana dapat mengubah pola komunikasi pemerintahan dari yang sebelumnya konvensional menjadi lebih terbuka, cepat dan adaptif.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan digitalisasi kelurahan bukan pada seberapa bagus tampilan websitenya, melainkan seberapa mudah warga mendapatkan informasi dan seberapa transparan pemerintah membuka akses informasi kepada masyarakat.

(Jismar)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html