Di Tengah Ujian dan Air Mata, Ketua PC LDII Ngaliyan Sukindar Pilih Hadir: “Kita Wajib Menguatkan”

SEMARANG – Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas organisasi, kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi ujian kehidupan menjadi perhatian Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Minggu sore, 20 September 2026, Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan, Sukindar, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., bersama istri dan Ketua PAC LDII Kelurahan Tugurejo beserta pengurus dan warga LDII PC Ngaliyan–Tugu, melakukan silaturahmi ke dua rumah warga yang tengah menghadapi kondisi sulit.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang diuji Allah SWT, baik karena sakit maupun karena kehilangan anggota keluarga.

Dua Rumah, Dua Ujian Kehidupan

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Bapak Danet dan Ibu Rahayu. Keluarga tersebut tengah berduka setelah ibunda mereka yang sebelumnya mengalami sakit meninggal dunia.

Rombongan PC LDII Ngaliyan menyampaikan belasungkawa sekaligus mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Dari rumah duka, rombongan kemudian melanjutkan silaturahmi ke kediaman Bapak Ismail dan Ibu Deni Wijayanti.

Di rumah tersebut, keluarga sedang menghadapi ujian berupa kondisi kesehatan orang tua yang membutuhkan perawatan intensif. Bahkan, menurut informasi keluarga, orang tua tersebut harus menjalani perawatan dengan bantuan oksigen di rumah setelah sebelumnya harus bolak-balik mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Rombongan LDII kemudian memberikan dukungan moral serta memanjatkan doa agar pasien segera diberikan kesembuhan dan keluarga diberikan kekuatan dalam menjalani proses perawatan.

Sukindar: Ketika Saudara Dicoba, Jangan Dibiarkan Sendirian

Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan, Sukindar, S.H., menegaskan bahwa kepedulian terhadap warga yang sedang mendapatkan ujian merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.

“Kita harus saling memberikan semangat dan support, tetap mencari jalannya syukur. Ketika ada saudara kita yang dicoba oleh Allah, baik sakit maupun meninggal dunia, kita wajib hadir, mendoakan dan menguatkan.”

Menurut Sukindar, kehadiran di tengah warga yang sedang menghadapi musibah bukan semata-mata persoalan organisasi, melainkan bentuk kepedulian antarsesama.

Ia berharap keluarga yang sedang menghadapi ujian diberikan kekuatan, kesehatan dan keberkahan.

“Semoga Allah paring barokah, sehat selalu, sukses selalu semuanya, sukses dunia akhiratnya. Aamiin,” ujar Sukindar.

Bukan Sekadar Silaturahmi

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan materi. Kehadiran, doa dan dukungan moral juga menjadi bagian penting ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit.

Silaturahmi yang dilakukan PC LDII Ngaliyan tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan.

Di satu rumah, rombongan hadir membawa doa untuk keluarga yang baru kehilangan orang tercinta. Di rumah lainnya, mereka memberikan semangat kepada keluarga yang masih berjuang mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan.

Pesan yang dibawa sederhana, tetapi memiliki makna kuat: ketika seorang warga sedang menghadapi ujian, jangan dibiarkan menghadapi semuanya seorang diri.

Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar kedua keluarga tersebut senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, kesabaran dan keberkahan oleh Allah SWT.

Salam Kompak, Guyup Rukun dan Maju Bersama.

LDII Untuk Bangsa, LDII Peduli.

(Red. Ilma)


0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html