Bukan Sekadar Arisan, Alumni SMPN 2 Kunduran Angkatan 1995 Kumpulkan Dana Sosial Hampir Rp10 Juta

BLORA — Pertemuan alumni sekolah sering kali identik dengan nostalgia dan mengenang masa-masa indah ketika masih berseragam. Namun, bagi alumni SMPN 2 Kunduran angkatan 1995, pertemuan rutin bukan sekadar ajang bernostalgia.


Di tengah kesibukan dan usia yang semakin bertambah, para alumni tersebut tetap berupaya menjaga tali persaudaraan melalui arisan rutin setiap bulan. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk saling berbagi, memberikan dukungan, hingga menggalang kepedulian sosial.

Pertemuan rutin tersebut kembali digelar pada Selasa (8/9/2026) di Dapur Emak, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Para alumni yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melepas rindu, bercanda, berbagi cerita, sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin sejak duduk di bangku SMP.

Meski jumlah anggota yang tergabung dalam paguyuban tersebut kurang dari 20 orang, semangat kebersamaan justru mampu menghasilkan sesuatu yang dinilai lebih berarti.

Dari kegiatan arisan dan kebersamaan tersebut, para alumni disebut telah berhasil mengumpulkan dana hampir Rp10 juta yang nantinya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial.

Bambang, salah satu alumni sekaligus penggagas kegiatan, mengatakan pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri bagi mereka.

“Di tengah usia yang tidak lagi muda, berkumpul dengan teman lama menjadi sarana syukur dan saling mendoakan kesehatan,” ujar Bambang.

Menurutnya, menjaga komunikasi dengan teman-teman lama menjadi hal penting. Selain mempertahankan persaudaraan, pertemuan tersebut juga membuka ruang bagi para alumni untuk saling memberikan dukungan dalam kehidupan masing-masing.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal anggota. Dana yang terkumpul juga diarahkan untuk kegiatan sosial, sehingga kebersamaan para alumni dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa arisan alumni dapat berkembang menjadi wadah solidaritas. Pertemuan yang awalnya sederhana dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian dan membantu sesama.

Di tengah perubahan zaman dan kesibukan masing-masing, menjaga hubungan dengan teman seperjuangan semasa sekolah bukan perkara mudah. Karena itu, konsistensi alumni SMPN 2 Kunduran angkatan 1995 menggelar pertemuan setiap bulan menjadi contoh bahwa jarak, kesibukan, dan usia tidak selalu menjadi penghalang untuk mempertahankan persaudaraan.

Pertemuan sore itu kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Para alumni menikmati hidangan sembari kembali mengenang cerita masa sekolah yang telah berlalu lebih dari tiga dekade.

Bagi mereka, arisan bukan sekadar urusan nominal. Ada persaudaraan yang dirawat, ada kepedulian yang dikumpulkan, dan ada kenangan yang terus dijaga.

(Bambang)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html