80 Kader Dilantik, Publik Menunggu Gebrakan PC IPPNU Pati

PATI — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pati resmi mengukuhkan kepengurusan masa khidmat 2025–2027. Pelantikan XVI tersebut berlangsung di Ruang Penjawi, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Minggu (6/9/2026), dan dihadiri sekitar 80 peserta.


Momentum pelantikan bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan. Di balik pengukuhan tersebut, terdapat tantangan besar bagi organisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama itu untuk membuktikan bahwa regenerasi kader tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu melahirkan program nyata bagi pelajar dan masyarakat.

Kegiatan dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Pati, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, PCNU Kabupaten Pati, jajaran pengurus IPPNU Jawa Tengah, pengurus PC IPPNU Pati, badan otonom NU serta para peserta yang dilantik.

Plt. Bupati Pati melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pati, Munadi, S.IP., M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik sekaligus mendorong mereka menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab.

Menurutnya, IPPNU memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya pelajar putri, melalui penguatan akhlak, wawasan, keterampilan dan kepedulian sosial.

Pemerintah daerah juga berharap IPPNU mampu memperkuat kaderisasi, pendidikan, kegiatan sosial dan keagamaan serta membangun sinergi dengan pemerintah, NU, lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan.

Bukan Sekadar Seremoni, RAKERCAB Jadi Ujian Pertama

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB). Forum tersebut menjadi ruang bagi kepengurusan baru untuk menyusun program kerja dan menentukan arah organisasi selama masa khidmat 2025–2027.

Di sinilah tantangan sebenarnya dimulai.

Struktur kepengurusan yang cukup lengkap, mulai dari bidang pengembangan organisasi, kaderisasi, jaringan sekolah, madrasah dan pondok pesantren, pendidikan, dakwah dan sosial masyarakat, seni budaya dan olahraga hingga media dan digitalisasi organisasi, menuntut adanya program yang terukur dan dapat dirasakan manfaatnya.

Terlebih, IPPNU berhadapan langsung dengan dinamika generasi pelajar yang semakin kompleks. Persoalan pendidikan, literasi digital, kesehatan pelajar, lingkungan, pengembangan kreativitas hingga persoalan sosial menjadi ruang yang membutuhkan respons organisasi secara konkret.

Karena itu, RAKERCAB tidak hanya menjadi forum menyusun daftar kegiatan, tetapi menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kepengurusan baru mampu menerjemahkan visi organisasi ke dalam program yang realistis dan berdampak.

Kepengurusan Baru Dipimpin Nabila Shofwatin Ni’mah

Dalam struktur pengurus harian PC IPPNU Kabupaten Pati masa khidmat 2025–2027, posisi Ketua dipercayakan kepada Nabila Shofwatin Ni’mah.

Ia didampingi Nurul Istiqomaidah Weduri sebagai Wakil Ketua I, Nurul Syafa’ah sebagai Wakil Ketua II, Gita Dwi Hariyanti sebagai Wakil Ketua III, Umairoh sebagai Wakil Ketua IV, Choirunnisya’ sebagai Wakil Ketua V, Shofiatin Nikmah sebagai Wakil Ketua VI dan Anandita Istiqomaidah sebagai Wakil Ketua VII.

Jabatan Sekretaris diisi Ariej Fachiratul Azizah, dengan jajaran wakil sekretaris. Sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Nur Khasanah Rohmah bersama jajaran wakil bendahara.

Struktur organisasi juga diperkuat sejumlah departemen dan lembaga yang menangani berbagai bidang strategis.

Di antaranya Departemen Pengembangan Organisasi, Kaderisasi, Jaringan Sekolah/Madrasah dan Pondok Pesantren, Pendidikan Penelitian dan Pengembangan, Dakwah dan Sosial Masyarakat, Seni Budaya dan Olahraga serta Media dan Digitalisasi Organisasi.

Sementara lembaga yang dibentuk meliputi Korps Pelajar Putri, Lembaga Konseling Pelajar Putri, Lembaga Ekonomi Kreatif dan Komisariat Development Center.

Regenerasi Diuji di Lapangan

Dengan struktur yang cukup luas tersebut, kepengurusan PC IPPNU Pati periode 2025–2027 memiliki modal organisasi untuk bergerak di berbagai sektor.

Namun, tantangannya adalah bagaimana seluruh perangkat organisasi tersebut benar-benar aktif dan tidak berhenti pada susunan nama dalam surat keputusan.

Regenerasi organisasi akan dinilai dari kemampuan kader menjalankan program, memperluas jaringan, mendampingi pelajar, mengembangkan potensi anggota serta menghadirkan kegiatan sosial yang memiliki manfaat langsung.

Pemerintah Kabupaten Pati sendiri memberikan apresiasi terhadap kegiatan IPPNU dan berharap program yang dihasilkan melalui RAKERCAB dapat memberikan manfaat nyata bagi pelajar maupun masyarakat.

Pengurus baru juga diharapkan mampu menjaga kekompakan, menjunjung nilai-nilai Nahdlatul Ulama serta menjadi teladan bagi generasi muda.

Aman dan Kondusif

Prosesi pelantikan berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 11.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

Rangkaian acara diawali registrasi dan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil dan doa, menyanyikan lagu, prosesi pelantikan serta serah terima jabatan.

Acara kemudian dilanjutkan sambutan Ketua PC IPPNU Pati, persembahan tari, sambutan dan pengarahan, penutupan serta ISHOMA sebelum dilanjutkan dengan RAKERCAB.

Pelantikan XVI PC IPPNU Pati akhirnya menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru masa khidmat 2025–2027.

Kini perhatian tidak lagi berhenti pada siapa yang dilantik, melainkan apa yang akan dilakukan setelah pelantikan.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan semata-mata meriah atau tertibnya prosesi pengukuhan, tetapi seberapa jauh kader yang dilantik mampu menghadirkan perubahan, memperkuat kaderisasi dan memberikan manfaat nyata bagi pelajar serta masyarakat Kabupaten Pati.

(Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html