1.300 Siswa SMA PGRI Pati Bersholawat, Maulid Nabi Jadi Momentum Bentengi Generasi Muda dari Krisis Akhlak

PATI — Sebanyak kurang lebih 1.300 siswa, guru, panitia, dan tamu undangan memadati lingkungan SMA PGRI Pati, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Mereka mengikuti kegiatan “SMAGRISAPA Bersholawat” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026. Mengusung tema “CINTA (Cerdas, Inovatif, Nurani Terjaga, Akhlakul Karimah)”, kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan lantunan sholawat, tetapi juga diarahkan sebagai momentum pembentukan karakter generasi muda.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 11.15 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain KH. Sayyid Syauqi Bilfaqih dari Jawa Timur, Aipda Hartono, S.H., anggota Polsek Tambakromo selaku pembicara, Kepala SMA PGRI Pati Sutono, S.E., S.Pd., jajaran guru, panitia, siswa-siswi, serta tamu undangan.

Bukan Sekadar Bersholawat

Rangkaian kegiatan diawali dengan opening dan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan ketua panitia dan kepala sekolah.

Suasana kemudian semakin religius ketika ribuan peserta mengikuti maulid dan pembacaan sholawat bersama.

Puncak kegiatan diisi Mauidhoh Hasanah yang disampaikan KH. Sayyid Syauqi Bilfaqih.

Dalam tausiyahnya, para siswa diajak untuk tidak sekadar mengenal Nabi Muhammad SAW, tetapi juga meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menyentuh sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, mulai dari penghormatan kepada orang tua dan guru, menjaga pergaulan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, hingga menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

Generasi Muda Diminta Bijak Bermedia Sosial

Salah satu pesan yang cukup relevan dengan kehidupan pelajar saat ini adalah pentingnya bijak menggunakan media sosial.

Para siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten negatif serta tetap menjaga persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tema CINTA — Cerdas, Inovatif, Nurani Terjaga, Akhlakul Karimah pun menjadi pesan utama bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membentuk generasi masa depan.

Kecerdasan harus berjalan bersama inovasi, hati nurani dan akhlak.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat informasi begitu mudah diterima oleh generasi muda.

Maulid sebagai Pendidikan Karakter

Kegiatan SMAGRISAPA Bersholawat pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang pendidikan karakter bagi siswa melalui nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, penghormatan kepada orang tua dan guru serta kepedulian terhadap sesama.

Pembacaan sholawat dan doa bersama juga menjadi momentum bagi warga sekolah untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus melakukan refleksi terhadap perilaku sehari-hari.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan penutupan oleh MC.

Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.300 orang, kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan lancar hingga selesai.

Di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks, SMAGRISAPA Bersholawat mencoba mengirimkan pesan sederhana: pendidikan tidak cukup hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga harus melahirkan generasi yang memiliki nurani dan akhlak.

(Sunarto/Murtin)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html