YAUMI Tegal Bongkar Kepedulian Sosial, 6 Anak Kurang Mampu Dapat Khitan dan Santunan
TEGAL — Di tengah masih adanya keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar anak, Yayasan Amal Umat Islam (YAUMI) Kabupaten Tegal mengambil langkah nyata melalui program sosial-keagamaan “Khitan Ceria”.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. YAUMI menempatkan khitan sebagai bagian dari upaya memperluas syiar Islam sekaligus membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Tujuannya membantu keluarga yang kurang mampu untuk bisa dikhitan secara gratis. Selain itu, mereka juga diberikan santunan dalam bentuk uang maupun makanan,” ujar Adib.
Menurutnya, program tersebut terbuka bagi masyarakat kurang mampu lainnya. Warga yang membutuhkan bantuan khitan dapat mendaftarkan diri melalui sekretariat YAUMI untuk kemudian difasilitasi dalam program Khitan Ceria.
Dari Pembangunan Masjid hingga Menyasar Anak Yatim dan Lansia
Langkah YAUMI ini menunjukkan bahwa gerakan sosial-keagamaan tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas ibadah.
Sekretaris Umum YAUMI Kabupaten Tegal, Abdul Syukur, yang mewakili Ketua Umum dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kepengurusan baru periode 2025–2030 terus melakukan inovasi dalam menjalankan program organisasi.
Selama ini, YAUMI antara lain rutin menyelenggarakan sarasehan ulama dan umaro, sekaligus menyampaikan laporan perolehan sedekah umat Islam se-Kabupaten Tegal yang dilaksanakan setiap Kamis Wage malam Jumat Kliwon.
Namun, program sosial YAUMI kini diperluas.
Selain kegiatan tersebut, YAUMI berencana secara rutin memberikan santunan kepada anak yatim dan lansia kurang mampu. Organisasi tersebut juga tengah membawa gagasan pembangunan pondok pesantren khusus penyandang disabilitas.
“Semua itu bertujuan agar YAUMI semakin luas memberikan manfaat untuk syiar agama Islam,” kata Abdul Syukur.
Khitan Ceria Jadi Alarm Kepedulian Sosial
Pengajian umum dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz Muhammad Faizal dari Pegirikan, Talang. Acara turut dihadiri para pendiri dan pengurus YAUMI serta kaum muslimin dan muslimat dari Slawi dan sekitarnya.
Program Khitan Ceria sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi masyarakat masih membutuhkan kepedulian bersama. Bagi sebagian keluarga, biaya khitan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi keluarga kurang mampu, kebutuhan tersebut tetap dapat menjadi beban.
Karena itu, YAUMI berupaya menjadikan kegiatan sosial sebagai bagian dari dakwah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selama ini YAUMI tidak hanya bergerak dalam bantuan pembangunan fisik, seperti masjid, musala, dan madrasah, tetapi juga mulai memperluas perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial secara langsung.
Mulai dari anak yatim, lansia kurang mampu, hingga anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan fasilitas khitan.
Program tersebut menjadi salah satu wajah baru gerakan sosial YAUMI Kabupaten Tegal: syiar tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata membantu masyarakat.
(Yati)



0 Komentar