Warga Pertanyakan Penanganan Dugaan Limbah SPPG–MBG Trengguli
DEMAK —12 agustus 2026, Warga Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, kembali mempertanyakan tindak lanjut penanganan dugaan pencemaran lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Persoalan itu sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan yang digelar di balai desa. Namun, warga menyebut hingga kini belum melihat penanganan yang dinilai tuntas terhadap persoalan dugaan limbah tersebut.
Salah seorang warga berinisial SM mengaku resah karena kondisi air di sekitar tempat tinggalnya disebut mengalami perubahan.
“Air kran dan sumur kami berubah menjadi hitam,” ujar SM.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang masih mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Warga masih sangat membutuhkan air sumur, terutama untuk kebutuhan selain mencuci dan memasak,” tuturnya.
Warga menilai dugaan pencemaran tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, terlebih jika benar terdapat perubahan kualitas air maupun kondisi aliran sungai di sekitar lokasi.
Pertemuan di balai desa sebelumnya diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi bersama. Namun, warga kini mempertanyakan tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut dan meminta adanya langkah konkret dari pemerintah maupun instansi berwenang.
Warga berharap petugas terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan sumber dugaan limbah, mengambil sampel air dari sumur maupun aliran sungai, serta melakukan pengujian laboratorium secara objektif.
Hasil pemeriksaan dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi kualitas air dan apakah perubahan tersebut berkaitan dengan aktivitas SPPG–MBG atau disebabkan faktor lainnya.
Secara terpisah, dugaan pencemaran lingkungan tidak cukup hanya diselesaikan melalui pertemuan. Tindak lanjut di lapangan, pemeriksaan kualitas air, serta transparansi hasil pengujian menjadi hal penting agar masyarakat memperoleh kepastian berdasarkan data dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat kesimpulan resmi mengenai sumber perubahan warna air maupun adanya keterkaitan langsung dengan aktivitas SPPG–MBG. Karena itu, pemeriksaan dari instansi berwenang diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya.
(Sutarso)



0 Komentar