Tunas Kelapa Menyeberang Rembang–Pati! Estafet Persaudaraan Pramuka Jawa Tengah Berlanjut
Prosesi yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.20 WIB tersebut dihadiri sekitar 400 orang, melibatkan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pengurus Gerakan Pramuka, pasukan ETK, pelajar serta masyarakat.
Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar pergantian pembawa pataka. Tunas Kelapa menjadi simbol estafet semangat, persatuan, pengabdian dan pembentukan karakter generasi muda dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Dari Rembang ke Pati, Pataka Berpindah Tangan
Bupati Rembang H. Harno, S.E. bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang hadir dalam prosesi penyerahan.
Dari Kabupaten Pati, hadir Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Forkopimda, Ketua dan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Pati, para camat, kepala desa se-Kecamatan Batangan, Mabicab serta pengurus Kwarran 18.06 Batangan.
Pasukan Pramuka dari berbagai golongan—Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega—ikut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Kehadiran ratusan peserta menunjukkan bahwa tradisi ETK masih memiliki daya tarik kuat sebagai ruang pertemuan antara pemerintah, organisasi kepanduan, dunia pendidikan dan masyarakat.
Plt. Bupati Pati: Jangan Berhenti sebagai Seremonial
Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada rombongan ETK Kwarcab Rembang yang telah tiba di Pati.
Menurutnya, kegiatan ETK merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, sekaligus menjadi sarana mempererat persaudaraan, persatuan dan kebersamaan antaranggota Gerakan Pramuka.
Ia juga mengapresiasi disiplin, tanggung jawab dan semangat pengabdian para peserta yang menjalankan perjalanan estafet.
Namun pesan yang lebih penting berada pada bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan setelah perjalanan selesai.
Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan generasi muda yang memiliki karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Generasi muda juga didorong agar tangguh, berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ketua Kwarcab Pati: Tunas Kelapa Simbol Ketangguhan
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pati menyampaikan terima kasih kepada Kwarcab Rembang atas pelaksanaan ETK dan penyerahan Tunas Kelapa kepada Kabupaten Pati.
Tunas Kelapa disebut sebagai simbol semangat, ketangguhan, pertumbuhan dan pengabdian anggota Gerakan Pramuka.
Kwarcab Pati berkomitmen melanjutkan perjalanan ETK dengan penuh tanggung jawab hingga mencapai tujuan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Para anggota Pramuka Kabupaten Pati juga didorong untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Bukan Sekadar Pataka, Ini Pesan tentang Estafet Generasi
Di balik perjalanan Tunas Kelapa, terdapat pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar prosesi serah terima.
Estafet bukan hanya perpindahan benda, tetapi simbol keberlanjutan nilai dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Dari Rembang menuju Pati, kemudian dilanjutkan menyusuri wilayah Kabupaten Pati, ETK menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan.
Diperlukan disiplin, keteladanan, kebersamaan dan pengabdian yang terus diwariskan.
Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia pendidikan, Gerakan Pramuka dan masyarakat menjadi penting dalam memastikan kegiatan kepemudaan tidak berhenti pada seremoni tahunan.
Pati Lanjutkan Estafet ke Etape Berikutnya
Setelah prosesi timbang terima, penyerahan pesan dan amanat ETK, doa serta foto bersama, pasukan Kwarcab Pati kemudian bersiap melanjutkan perjalanan menuju etape berikutnya.
Prosesi serah terima juga ditandai dengan penandatanganan berita acara resmi oleh kedua pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab).
Pasukan inti Kwarcab Pati selanjutnya melanjutkan perjalanan menyusuri rute wilayah Kabupaten Pati menuju titik berikutnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Kini Tunas Kelapa telah berpindah tangan.
Dari Rembang ke Pati, yang diteruskan bukan hanya pataka, tetapi juga pesan tentang persatuan, ketangguhan, disiplin dan pengabdian.
Pertanyaannya tinggal satu: setelah estafet berakhir, apakah semangat yang dibawa Tunas Kelapa juga akan benar-benar tumbuh di tengah generasi muda?
(Agus Suranto/ Ahmad Jarmin)


0 Komentar