TMMD Sengkuyung III Pati Tuntas 100 Persen: Ratusan Meter Jalan Dibeton, RTLH Dibedah, Apa Dampaknya bagi Warga?
PATI — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 Kodim 0718/Pati resmi ditutup, Kamis (13/8/2026). Namun, di balik seremoni penutupan, terdapat pekerjaan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga: akses jalan, talud, rumah layak huni, sanitasi hingga pelayanan kesehatan.
Penutupan TMMD menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan program yang berlangsung selama hampir satu bulan, yakni sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Dua Desa Jadi Sasaran Utama
TMMD Sengkuyung Tahap III di wilayah Kabupaten Pati menyasar Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, dan Desa Bageng, Kecamatan Gembong.
Di Desa Sumbermulyo, pembangunan fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 385 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,16 meter dilaporkan telah mencapai 100 persen.
Sementara di Desa Bageng, pekerjaan fisik mencakup betonisasi jalan sepanjang 465 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,15 meter. Selain itu, dibangun pula talud sepanjang 40 meter dengan tinggi 3–4 meter. Seluruh sasaran tersebut dilaporkan rampung 100 persen.
Jika digabung, panjang jalan yang dibetonisasi melalui program tersebut mencapai 850 meter.
Pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Bagi masyarakat desa, akses jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga, aktivitas pertanian, distribusi hasil produksi serta konektivitas antarwilayah.
Bukan Sekadar Jalan, RTLH Juga Disasar
Program TMMD kali ini juga menyentuh persoalan hunian warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Di Desa Sumbermulyo, sejumlah rumah warga menjadi sasaran rehabilitasi. Di antaranya rumah milik Parsih, Sarini, Parmi, Djuminah, Nuryati, Supiyah dan Mulyono.
Sementara di Desa Bageng, RTLH yang tercatat menjadi sasaran adalah rumah milik Siti Rukhayah dan Jamiatun.
Seluruh sasaran RTLH tersebut dilaporkan mencapai 100 persen.
Selain rehabilitasi rumah, program unggulan juga mencakup jambanisasi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan sanitasi dan kualitas kesehatan masyarakat.
Dari Stunting hingga Ancaman Radikalisme
Yang menarik, TMMD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik.
Sejumlah program nonfisik juga dilaksanakan, antara lain penyuluhan menghadapi bencana, pencegahan pencemaran lingkungan, pencegahan stunting, keluarga berencana dan kesehatan, Posbindu serta Posyandu.
Penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan, pengembangan usaha perikanan dan pengolahan hasil perikanan, pengembangan usaha pertanian dan pengolahan hasil pertanian, hingga penyuluhan mengenai terorisme dan radikalisme juga menjadi bagian dari program.
Seluruh sasaran nonfisik tersebut dilaporkan mencapai 100 persen.
Pangdam: Hasil Pembangunan Jangan Berhenti di Seremoni
Dalam amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. yang dibacakan Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pangdam juga menekankan bahwa pembangunan desa harus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak berhenti ketika upacara penutupan selesai. Hasil pembangunan yang telah diwujudkan harus dipelihara dan dirawat agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pesan tersebut menjadi penting karena ukuran keberhasilan program pembangunan bukan hanya pada angka 100 persen secara administrasi, tetapi juga pada sejauh mana hasil pembangunan benar-benar dirasakan dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
400 Peserta Hadiri Penutupan
Upacara penutupan dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, antara lain Staf Ahli Bupati Pati Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Muh Saiful Ikmal, S.STP., M.Si., Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, S.E., M.Han., Kabagops Polresta Pati Kompol Catur Aji Kusuma, unsur Kejaksaan Negeri Pati, Bapperida, OPD terkait, Muspika Kecamatan Gembong dan Winong, kepala desa se-Kecamatan Gembong, tokoh agama, tokoh masyarakat serta organisasi terkait.
Peserta upacara terdiri dari unsur Kodim 0718/Pati, Pos Lanal, Brimob Pati, Polresta Pati, Satpol PP, FKPPI, Hipakad serta pelajar SMA dan SLTP.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci RTLH dan bantuan sembako, peninjauan bazar UMKM, pelayanan KB dan kesehatan gratis, peninjauan lokasi RTLH serta pengecekan lokasi betonisasi jalan.
Gong Dipukul, TMMD Resmi Ditutup
Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Inspektur Upacara yang didampingi Forkopimda Kabupaten Pati.
Secara program, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 telah dinyatakan selesai. Namun bagi warga Desa Sumbermulyo dan Desa Bageng, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni berakhir: menjaga jalan, talud, rumah, sanitasi dan berbagai fasilitas yang telah dibangun agar tidak cepat rusak.
Dengan capaian fisik dan nonfisik yang dilaporkan 100 persen, masyarakat kini tentu berharap pembangunan tersebut tidak berhenti sebagai laporan keberhasilan, melainkan benar-benar menjadi infrastruktur yang produktif dan meningkatkan kualitas hidup warga.
TMMD boleh ditutup. Tetapi manfaat pembangunan dan tanggung jawab merawat hasilnya harus terus berjalan.
(Ruslan/arikha)



0 Komentar