x

Forkopimda blora

SMPN 2 Todanan Jadi Lokasi Visiting Tim Barongan Blora Menuju ICH UNESCO

BLORA — SMP Negeri 2 Todanan mendapat kunjungan tim visiting dalam rangka penguatan dan pendokumentasian Barongan Blora sebagai warisan budaya takbenda menuju pengusulan dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO, Kamis (20/8/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses observasi terhadap keberlangsungan seni Barongan Blora di lingkungan pendidikan, khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa-siswi SMPN 2 Todanan.

Dalam kegiatan tersebut, tim visiting terdiri atas Dr. Muksin, S.Sn., M.Sn. dari Institut Teknologi Bandung, MS Panca Waluyo, S.E., M.M. dari Yayasan Pendidikan Auditor Indonesia, Dr. Harry Waluyo, M.Hum. selaku fasilitator ICH Asia Pacific yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, serta Damardjati Kun Marjanto, S.Sos., M.Sos. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim melakukan observasi terhadap kegiatan ekstrakurikuler Barongan yang dikembangkan SMPN 2 Todanan. Para siswa tampak antusias mengikuti proses pendampingan dan pembinaan, termasuk memperagakan sejumlah gerakan dan tarian Barongan khas Kabupaten Blora.

Kepala SMPN 2 Todanan, Susisana Ekowati, S.Pd., menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam proses penguatan Barongan Blora merupakan sebuah kebanggaan sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian kesenian tradisional daerah.

"Kami sangat senang sekolah bisa terlibat dalam proses penguatan Barongan Blora. Harapannya, Barongan Blora dapat memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya takbenda dan ke depan bisa menjadi bagian dari muatan lokal di jenjang pendidikan," ujarnya.

Ia menilai lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional. Pengenalan Barongan kepada generasi muda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan budaya.

Sementara itu, Ridwan, guru ekstrakurikuler sekaligus guru seni tari SMPN 2 Todanan, turut memberikan respons positif terhadap langkah pemerintah dalam mendorong pengakuan dan pelindungan kesenian rakyat Kabupaten Blora.

Menurutnya, penguatan Barongan melalui pendidikan dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan kesenian tersebut tetap dikenal dan dipelajari generasi muda.

"Langkah pemerintah untuk memperkuat dan mengupayakan pengakuan Barongan Blora sebagai warisan budaya takbenda sangat positif. Sekolah bisa menjadi salah satu ruang penting untuk melestarikan kesenian tersebut," katanya.

Kunjungan tim visiting tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian Barongan Blora mulai diarahkan melalui keterlibatan berbagai unsur, termasuk pemerintah, akademisi, lembaga riset, komunitas, dan satuan pendidikan.

Dengan adanya pendokumentasian dan observasi di lingkungan sekolah, keberadaan Barongan tidak hanya dipertahankan sebagai seni pertunjukan, tetapi juga diupayakan tetap hidup melalui proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda.

(Bambang)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html