Sejengkal Lahan, Segenggam Harapan: Panen Kangkung Lapas Pati Dukung Ketahanan Pangan
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen tanaman kangkung yang melibatkan petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, khususnya di bidang pertanian.
Dari kegiatan panen tersebut, berhasil diperoleh sekitar 40 kilogram kangkung. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memberikan manfaat nyata, sekaligus menjadi sarana bagi WBP untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
Bagi Lapas Pati, setiap tanaman yang tumbuh bukan sekadar menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, WBP dilatih untuk memiliki keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kemandirian yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, mengatakan bahwa kegiatan pertanian tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan untuk menumbuhkan semangat kemandirian dan produktivitas WBP.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata. Melalui pertanian, WBP belajar merawat, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Panen kangkung ini menjadi langkah kecil yang kami harapkan dapat terus tumbuh dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mempersiapkan WBP kembali ke masyarakat,” ujar Suprihadi.
Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas akan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan yang memberikan nilai tambah. Selain menghasilkan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun karakter WBP agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah menjalani masa pidana.
Panen 40 kilogram kangkung tersebut pun menjadi gambaran bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dari sejengkal lahan, tumbuh harapan agar para WBP dapat memiliki bekal keterampilan dan kembali ke masyarakat dengan semangat untuk hidup mandiri dan produktif.
(Ahmad Jarmin)
x



0 Komentar