x

Forkopimda blora

Ribuan Warga LDII Semarakkan GFun 2026 di Semarang, Walikota Turun Langsung: Ada Pesan Besar di Balik Jalan Sehat Ini

SEMARANG — Ribuan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang bersama masyarakat sekitar Masjid Al-Wali memadati kompleks Masjid Al-Wali, Sabtu (30/8/2026). Mereka mengikuti “GFun 2026 – Generus Fun” dan Jalan Sehat yang dikemas dengan nuansa kebersamaan, olahraga, pembinaan generasi muda, hingga pemberdayaan UMKM.



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung semarak. Peserta mengenakan dresscode merah putih, menjadikan kawasan Masjid Al-Wali dipenuhi warga dengan nuansa nasionalisme.

Yang menarik perhatian, Walikota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., hadir langsung untuk melepas peserta jalan sehat sekaligus memberikan motivasi kepada warga LDII dan generasi penerus LDII.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Semarang itu bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut memperlihatkan adanya ruang sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendorong pembinaan generasi muda.

Ketua DPD LDII Kota Semarang, H. Drs. Sunarto, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk membangun kesehatan jasmani, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus yang memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan.

“Generus Fun ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan generasi penerus agar memiliki karakter profesional religius, sehat jasmani dan rohani, serta cinta tanah air dan mampu memberikan kontribusi positif bagi Pemerintah Kota Semarang,” ujar Sunarto.

Bukan Sekadar Jalan Sehat

Di balik kemeriahan jalan sehat, panitia menghadirkan sejumlah kegiatan yang menyasar berbagai kelompok usia.

Ketua Panitia Pelaksana, Aklis Rosadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian GFun 2026 tidak berhenti pada olahraga. Agenda juga mencakup lomba karnaval, bazar UMKM, balap karung, lomba menggambar dan mewarnai, pengumuman pemenang, hingga pembagian doorprize.

Berbagai hadiah disiapkan untuk peserta, mulai dari tiga sepeda, lemari es, mesin cuci, kompor dua tungku, kompor satu tungku, beras, hingga ratusan hadiah lainnya.

Konsep tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya warga LDII, tetapi juga membuka ruang interaksi dengan masyarakat sekitar dan pelaku UMKM.

Di tengah berbagai tantangan pembinaan generasi muda di perkotaan, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara organisasi masyarakat membangun aktivitas positif melalui olahraga, kreativitas, kegiatan sosial, dan penguatan nilai keagamaan.

Walikota Hadir, Sinergi Pemerintah dan Ormas Menguat

Kehadiran Walikota Semarang menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah daerah dinilai memiliki kepentingan strategis untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, khususnya dalam pembinaan anak-anak dan remaja.

Bagi LDII Kota Semarang, dukungan pemerintah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

“Kami berharap Generasi Penerus LDII menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, dan berkontribusi untuk Kota Semarang,” kata Sunarto.

Sunarto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Generus Fun Masjid Al-Wali 2026.

“Demikian seluruh rangkaian acara Generus Fun Masjid Al-Wali 2026. Atas partisipasi dan dukungan dari semua pihak atas sukses terselenggaranya kegiatan ini, diucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Menguji Seberapa Jauh Kontribusi Generasi Muda

GFun 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang jalan sehat dan kemeriahan lomba.

Pesan yang ingin dibangun LDII adalah bagaimana generasi penerus memiliki karakter religius, sehat, berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pembangunan daerah.

LDII Kota Semarang sendiri menyatakan organisasinya berasaskan Pancasila dan UUD 1945 serta aktif bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui program 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa.

Dengan hadirnya unsur pemerintah dalam kegiatan tersebut, tantangan berikutnya adalah bagaimana semangat kebersamaan yang dibangun di lapangan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Semarang.

Sebab, ukuran keberhasilan pembinaan generasi muda bukan semata-mata seberapa meriah sebuah acara digelar, melainkan seberapa besar nilai positifnya mampu dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Kindar)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html