Pengajian Pundenrjo, Said Aqil Siradj Bongkar Bahaya Provokasi di Tengah Masyarakat Pati
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 23.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, serta kewaspadaan masyarakat terhadap informasi yang berpotensi memicu perpecahan.
Penceramah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj dalam mauidoh hasanahnya mengajak jamaah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, salah satu pesan yang cukup menonjol adalah ajakan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat menimbulkan perpecahan.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan ajakan untuk menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat melalui musyawarah.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan momentum untuk meneladani akhlak, sifat, dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut.
Bukan Sekadar Seremonial Maulid
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Choirudin, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Fanani.
Setelah itu, Ketua Panitia H. Achwan menyampaikan sambutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Habib Abdullah Basyuro, ceramah agama oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, pembacaan doa, dan penutup.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Camat Tayu Imam Rifai, S.STP., M.M., Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, S.H., M.H., Babinsa Pundenrejo Koptu Samsuri yang mewakili Danramil 03/Tayu, Kepala Desa Pundenrejo Moch. Tafakuri, serta Ketua Panitia H. Achwan, S.Pd.I., M.Si., M.H.
Kehadiran sekitar 1.250 jamaah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tersebut.
Pesan Persatuan di Tengah Masyarakat
Dalam ceramahnya, Said Aqil juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.
Para orang tua didorong memberikan pendidikan agama sekaligus keteladanan kepada anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak baik dan bertanggung jawab.
Masyarakat juga diajak menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, saling membantu, serta mengedepankan musyawarah apabila muncul persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, jamaah diingatkan untuk memperbanyak shalawat, meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memperbanyak amal ibadah sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Pengamanan Jadi Perhatian
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.250 orang, aspek keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting selama kegiatan berlangsung.
Pemantauan terhadap dinamika kegiatan masyarakat dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, hingga acara berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, situasi berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Tidak dilaporkan adanya gangguan menonjol selama kegiatan.
Pesan yang Relevan untuk Pundenrejo
Jika ditarik lebih jauh, pesan yang disampaikan dalam pengajian tersebut bukan sekadar ajakan menjalankan ibadah. Penekanan terhadap persatuan, bahaya provokasi, keamanan lingkungan, dan penyelesaian masalah melalui musyawarah menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tingkat masyarakat.
Maulid Nabi akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa kerukunan dan persatuan merupakan tanggung jawab bersama.
(Rusmin, Heri, Widodo)



0 Komentar