Maulid Nabi di Mushala Al Usman Kedungbanteng: Warga Bersatu dalam Shalawat, Gotong Royong Jadi Pesan Utama
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Peringatan Maulid dipimpin Ketua Panitia Karturi dan dihadiri Almukarom H. Ahmad Nanang Puji Raharjo, S.Pd. Turut hadir Eko Waluyo, S.H., selaku Pj. Kepala Desa Kedungbanteng, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan hadroh Nur Sahadah dan shalawat Nabi Muhammad SAW. Jamaah tampak mengikuti lantunan shalawat dengan khidmat sehingga suasana musala semakin religius.
Dalam sambutannya, Eko Waluyo mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan kehidupan sosial masyarakat desa.
Menurutnya, kebersamaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Ia berharap hubungan antarwarga semakin erat sehingga tercipta kehidupan masyarakat Desa Kedungbanteng yang harmonis, rukun, dan saling peduli.
Al-Qur'an hingga Pesan Keteladanan Rasulullah
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang disampaikan Ustaz Sutanto dari Bogares.
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid sebelum kegiatan dilanjutkan dengan agenda keagamaan lainnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam.
Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti akhlak mulia, kepedulian terhadap sesama, persaudaraan, kejujuran, serta semangat membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, dinilai relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib hingga selesai.
Bagi masyarakat Kedungbanteng, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Persaudaraan
Kegiatan di Musala Al Usman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Nilai-nilai yang terkandung dalam keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Semangat gotong royong, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Kedungbanteng.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Dari lantunan shalawat di Musala Al Usman, pesan yang diharapkan terus hidup bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana akhlak dan keteladanan beliau benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
(Yati)
x



0 Komentar