Lantunan Suara Emas Bocah Difabel Memecah Ombak Laut Karangjahe Rembang

REMBANG – Lantunan suara emas seorang bocah difabel menggema di tengah deburan ombak Pantai Karangjahe, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Suara merdu tersebut seolah memecah riuhnya ombak dan membuat suasana di kawasan wisata pesisir itu menjadi penuh haru.

Pantai Karangjahe yang berada di Jalan Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, memang menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi. Lokasinya sekitar setengah jam perjalanan dari pusat Kota Rembang.

Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB, sebanyak 20 kendaraan rombongan terlihat terparkir rapi di area parkir Pantai Karangjahe, berdampingan dengan kendaraan para wisatawan lainnya.

Rombongan tersebut merupakan keluarga besar Yayasan Griya Harapan, yang beralamat di Jalan Jakenan–Winong, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kegiatan diikuti anak-anak difabel bersama orang tua, guru, serta pengawas yayasan.

Kegiatan tersebut digelar tidak hanya untuk memperingati hari ulang tahun ke-4 Yayasan Griya Harapan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi antara anak-anak difabel, orang tua, guru, dan para pendamping yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal alam secara langsung. Mereka diajak menikmati keindahan pantai sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala ciptaan-Nya.

Panggung terbuka yang berada di kawasan Pantai Karangjahe menjadi pusat kegiatan. Dengan latar hamparan laut dan suasana alam yang indah, berbagai perlengkapan telah disiapkan panitia, mulai dari makanan, minuman hingga hadiah dan doorprize yang semakin menambah antusiasme peserta.

Berbagai kreativitas anak-anak pun ditampilkan. Mulai dari menari, melukis, bernyanyi, berjoget hingga menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Satu per satu anak-anak difabel naik ke atas panggung. Mereka menunjukkan keberanian dan kemampuan masing-masing di hadapan orang tua, guru, pendamping, serta para pengunjung pantai.

Mereka tampil tanpa rasa malu. Ada yang menari, menyanyi, membaca puisi, berjoget hingga melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Keceriaan tampak jelas dari wajah mereka.

Namun, suasana berubah haru ketika salah seorang bocah difabel mulai melantunkan sebuah lagu. Suara merdunya membuat sejumlah orang yang menyaksikan terpukau. Lantunan suara emas tersebut berpadu dengan suara deburan ombak Pantai Karangjahe, menciptakan suasana yang sulit dilupakan.

Penampilan puisi dan berbagai kreasi lainnya juga semakin memukau para penonton.

Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak difabel agar dapat mengekspresikan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri. Mereka diharapkan tidak merasa rendah diri ketika berada di tengah lingkungan masyarakat.

Founder Yayasan Griya Harapan, dr. Novi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan ulang tahun yayasan semata, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Saya sangat berharap acara ini akan berlanjut dan berkelanjutan bila Allah mengizinkan dan berkehendak. Agar anak-anak bisa selalu berbahagia dan selalu bersemangat dalam menjalani kehidupannya nantinya," ungkap dr. Novi dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia, juga dari Al Zena Group, Dinsos Kabupaten Pati, serta WCC (Women Crisis and Children) Kabupaten Pati yang telah hadir memenuhi undangan kami," katanya.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini diharapkan mampu memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize kepada anak-anak yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan dan penampilan. Hadiah telah disiapkan di meja yang berada di sebelah panggung.

Di tengah deburan ombak Pantai Karangjahe, kegiatan tersebut meninggalkan pesan sederhana: setiap anak memiliki keistimewaan, setiap suara layak didengar, dan setiap karya pantas mendapatkan apresiasi.

(Wina)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html