Kepala Suku Melayu Hambaraja Kenegerian Kubu: Kemerdekaan Adalah Amanah, Persatuan Adalah Kekuatan

ROKAN HILIR, 14/8/2026 – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Kepala Suku Melayu Hambaraja Kenegerian Kubu, Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai sebuah amanah yang harus dijaga dan diisi dengan semangat persatuan, gotong royong, serta pembangunan.

Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, marwah negeri, serta melestarikan adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari jati diri masyarakat.

“Di hari yang penuh bersejarah ini, mari kita maknai kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai amanah untuk menjaga persatuan, marwah negeri, serta melestarikan adat dan budaya,” ujar H. Widiarto.

Mengenang Perjuangan Kesultanan Siak

H. Widiarto mengatakan, semangat kemerdekaan juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan berbagai daerah dan kerajaan di Nusantara, termasuk Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak Sri Indrapura, dikenal sebagai salah satu tokoh yang menyatakan dukungan kuat terhadap Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah Melayu Riau. Sultan Syarif Kasim II tidak hanya menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia, tetapi juga memberikan dukungan berupa harta dan kekuatan politik Kesultanan Siak untuk membantu perjuangan Republik.

Menurut H. Widiarto, sejarah tersebut menjadi warisan semangat yang patut dikenang oleh generasi Melayu saat ini.

“Sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura mengajarkan kepada kita tentang keberanian, pengorbanan, persatuan dan kecintaan terhadap negeri. Semangat itu hendaknya terus kita hidupkan dalam kehidupan masyarakat Melayu hari ini,” katanya.

Siak dan Warisan Melayu hingga Kenegerian Kubu

Ia menambahkan, sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kebudayaan Melayu di Riau. Nilai-nilai adat, marwah, persaudaraan dan penghormatan terhadap negeri menjadi warisan yang terus hidup di tengah masyarakat Melayu.

Dalam konteks Kenegerian Kubu, menurutnya, warisan sejarah dan kebudayaan Melayu tersebut menjadi semangat untuk terus menjaga adat serta mempererat hubungan silaturahmi antarsesama anak negeri.

“Kenegerian Kubu adalah bagian dari masyarakat Melayu yang memiliki adat, sejarah dan marwah sendiri. Kita menghormati jejak sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura sebagai bagian dari perjalanan besar Melayu Riau, sekaligus terus menjaga dan melestarikan adat serta warisan leluhur di Kenegerian Kubu,” ungkapnya.

Menurutnya, ikatan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai hubungan sejarah pemerintahan, tetapi juga sebagai hubungan kebudayaan, adat, silaturahmi dan semangat bersama dalam menjaga marwah Melayu.

“Yang kita warisi bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga nilai persaudaraan, adat dan marwah. Karena itu, hubungan silaturahmi antara masyarakat Melayu harus terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.

Persatuan dan Gotong Royong

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga kampung halaman serta membangun daerah agar semakin maju dan sejahtera.

“Sebagai anak negeri, hendaklah kita bersatu dalam semangat gotong royong, menjaga kampung halaman, menghormati adat dan budaya, serta bersama-sama membangun negeri agar semakin maju dan sejahtera,” katanya.

H. Widiarto juga mengingatkan bahwa adat dan budaya Melayu merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Menurutnya, kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya.

“Adat jangan ditinggalkan, sejarah jangan dilupakan dan persatuan jangan dipisahkan. Kita boleh maju mengikuti perkembangan zaman, tetapi identitas Melayu harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat semakin mempererat tali persaudaraan, memperkokoh persatuan dan menumbuhkan semangat bersama dalam membangun negeri.

“Mari kita teruskan perjuangan dengan menjaga persaudaraan, memperkokoh persatuan dan membangun Negeri Melayu untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda Kenegerian Kubu untuk mengenal sejarah daerah dan perjuangan para tokoh Melayu yang telah memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia.

“Generasi muda harus mengetahui sejarahnya. Kita hormati para pendahulu, kita jaga adat dan budaya, serta kita isi kemerdekaan dengan karya dan pembangunan,” pesannya.

Di penghujung pesannya, H. Widiarto Kamalul Matwafa menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 kepada seluruh masyarakat.

“Merdeka itu amanah, bersatu itu kekuatan, adat dan budaya adalah jati diri. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jaga persatuan, kita rawat marwah Melayu dan kita bangun negeri bersama. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya.

(Jismar)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html