Jangan Tunggu Banjir Datang! TNI-Polri dan 150 Warga Juwana Bersihkan Lingkungan
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.10 WIB tersebut diikuti sekitar 150 orang. Kegiatan dipusatkan di Desa Bakaran Kulon RT 01/RW 01 dan Desa Langgenharjo RT 03/RW 03.
Karya bakti ini bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Di balik aktivitas tersebut terdapat pesan penting mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum, saluran air, serta lingkungan permukiman secara bersama-sama.
TNI, Polri, Pemerintah dan Warga Turun Bersama
Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, S.E., M.Han., Kasdim 0718/Pati Mayor CPL Kuswaranto, para Pasi dan Danramil jajaran Kodim 0718/Pati.
Turut hadir Camat Juwana Sunaryo, S.H., M.M., Kapolsek Juwana Kompol Mudofar, S.H. beserta anggota, kepala desa dan perangkat Desa Bakaran Kulon serta Langgenharjo, anggota Koramil jajaran Kodim 0718/Pati, serta masyarakat kedua desa.
Komposisi peserta menunjukkan adanya kolaborasi lintas unsur. Satu peleton anggota siaga Kodim 0718/Pati, dua peleton anggota Koramil jajaran Kodim 0718/Pati, satu peleton personel Polsek Juwana, serta satu peleton masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel yang diawali laporan komandan apel, doa, amanat, dan ditutup dengan laporan kembali kepada pimpinan apel.
Gotong Royong Disebut Bukan Sekadar Membersihkan Sungai
Dalam amanatnya, jajaran Kodim 0718/Pati menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat dan masyarakat yang ikut ambil bagian.
Kegiatan tersebut disebut bukan hanya persoalan membersihkan sungai atau fasilitas umum, tetapi juga menjadi upaya mempertahankan tradisi gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Semangat kebersamaan antara masyarakat, TNI dan Polri diharapkan terus dipelihara sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.
“Gotong royong” dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol bahwa persoalan lingkungan tidak selalu dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga fasilitas dan lingkungan yang digunakan bersama.
Antisipasi Persoalan Lingkungan
Kegiatan pembersihan fasilitas umum, saluran air maupun lingkungan desa memiliki arti strategis bagi wilayah Juwana yang memiliki sejumlah kawasan yang membutuhkan perhatian terhadap sistem drainase dan kebersihan lingkungan.
Lingkungan yang terawat dan saluran air yang tidak tersumbat dapat membantu mengurangi berbagai persoalan lingkungan, termasuk potensi genangan ketika curah hujan tinggi.
Namun, kegiatan karya bakti tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemeliharaan secara rutin dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar hasil pembersihan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Karya bakti Koramil 02/Juwana tersebut sekaligus memperlihatkan hubungan antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan sosial di tingkat desa.
Keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan dan warga diharapkan mampu memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam merawat fasilitas umum.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.10 WIB dalam keadaan tertib dan aman. Selama pelaksanaan, dilakukan pemantauan dan pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut menyampaikan pesan sederhana: lingkungan adalah milik bersama, sehingga menjaganya juga membutuhkan gotong royong bersama.
(Agus Suranto)
x



0 Komentar