Cegah Kecelakaan dan Pelanggaran, Subdenpom Pati Bekali Prajurit dan PNS TNI dengan Safety Riding
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 11.30 WIB tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalan raya yang dapat merugikan personel maupun institusi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Subdenpom IV/3-2 Pati dengan melibatkan sejumlah pihak pendukung, di antaranya Dan Subdenpom IV/3-2 Pati Kapten Cpm Abdul Pamuji, personel Satlantas Polresta Pati Iptu Gunawan, perwakilan Jasa Raharja Cabang Pati, Tim Kesehatan Rumkitban 04.08.06 Pati, serta Yamaha Mataram Sakti Pati.
Peserta berasal dari sejumlah satuan TNI di wilayah Pati, Kudus, Demak, dan Jepara, antara lain Kodim 0718/Pati, Yonif TP 936/SJ, Brigif 43/Muria, Subden Zibang, Rumkitban Pati, Pos Bek Pati, Tim Har Pati, Kodim 0722/Kudus, Rumkitban Kudus, Yonif TP 456/SP, Kodim 0716/Demak, Yonif TP 937/SK, Kodim 0719/Jepara, Yonif TP 457/SC, serta Ki C Yonif 410/Alg.
Tak Sekadar Teori, Peserta Diuji di Lapangan
Rangkaian kegiatan diawali apel pengecekan personel di Subdenpom IV/3-2 Pati pada pukul 07.45 WIB. Peserta kemudian bergerak menuju Satpas Polresta Pati untuk mengikuti materi sosialisasi.
Mulai pukul 08.30 WIB, peserta mendapatkan sejumlah materi penting terkait keselamatan berkendara. Materi meliputi pengetahuan Safety Riding, pemahaman UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta ketentuan terkait Jasa Raharja berdasarkan UU Nomor 33 dan 34 Tahun 1964.
Selain aspek hukum, peserta juga diberikan pemahaman mengenai prosedur pemeliharaan kendaraan, tata cara berkendara yang aman di jalan raya, standar kelengkapan berkendara, hingga pengetahuan dasar pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan lalu lintas.
Materi kemudian tidak berhenti pada teori.
Sekitar pukul 09.35 WIB, peserta mengikuti praktik Safety Riding di lapangan Satpas Polresta Pati. Praktik tersebut melibatkan penyelenggara, unsur pendukung, dan seluruh peserta kegiatan.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan evaluasi.
Disiplin Berkendara Jadi Cermin Prajurit
Sosialisasi tersebut dinilai penting karena tingginya mobilitas personel TNI, baik dalam pelaksanaan tugas maupun aktivitas di luar jam dinas. Kondisi jalan raya yang dinamis membuat kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Selain keselamatan, kelengkapan administrasi kendaraan juga menjadi perhatian. Personel diingatkan untuk memastikan kepemilikan dan keabsahan dokumen berkendara, termasuk SIM dan STNK, serta memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan.
Kepatuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pribadi, tetapi juga menyangkut citra dan kehormatan institusi TNI di tengah masyarakat.
Karena itu, edukasi Safety Riding dinilai perlu berjalan beriringan dengan penegakan ketertiban secara rutin. Pemahaman teori tanpa praktik dan pengawasan berkala berpotensi membuat tingkat kepatuhan menurun seiring waktu.
Dorong Sinergi Subdenpom dan Satlantas
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang penguatan sinergi antara Subdenpom IV/3-2 Pati dan Satlantas Polresta Pati dalam membangun budaya berkendara yang aman dan disiplin.
Ke depan, langkah preventif dapat diperkuat melalui pemetaan tren pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas yang melibatkan personel militer dan PNS TNI. Pengecekan kelengkapan surat kendaraan serta kondisi fisik kendaraan, baik dinas maupun pribadi, juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Pemeriksaan dapat mencakup kondisi kaca spion, pelat nomor, kelayakan ban, lampu kendaraan, hingga penggunaan helm berstandar SNI.
Sinergi dengan pihak eksternal seperti Satlantas Polresta Pati dan Jasa Raharja juga dinilai dapat dikembangkan untuk memberikan edukasi yang lebih komprehensif, termasuk mengenai teknik berkendara defensif (defensive driving).
Dengan demikian, Safety Riding tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya disiplin yang melekat dalam keseharian prajurit dan PNS TNI, sehingga keselamatan personel terjaga, potensi kecelakaan dapat ditekan, dan citra institusi tetap terpelihara.
(Winarni)
x



0 Komentar