Batu Pertama Kantor MWCNU Gabus Resmi Diletakkan, Ada Misi Besar untuk Pelayanan Warga

PATI — Sebuah batu pertama diletakkan di atas lahan pembangunan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Sabtu (29/8/2026). Di balik seremoni sederhana tersebut, tersimpan harapan besar agar kantor organisasi keagamaan itu kelak tidak hanya menjadi bangunan administratif, tetapi menjadi pusat pelayanan, kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan kebersamaan masyarakat Gabus.




Kegiatan doa bersama dan peletakan batu pertama berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB di lokasi pembangunan, Jalan Gabus–Tlogoayu Km 01, RT 03/RW 06, Desa Gabus, Kecamatan Gabus. Sekitar 30 jamaah dan undangan hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi turut hadir, di antaranya Camat Gabus Suranta, S.STP., M.Si., Babinsa Gabus yang mewakili Danramil 19/Gabus, Serda Sulthon, Kepala Desa Gabus Suyadi, S.Pd., Rais Syuriah MWCNU Gabus KH Haizun Niam, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Gabus KH Moh. Sopi'i, M.Pd.

Hadir pula jajaran ketua badan otonom (Banom), lembaga, dan anggota MWCNU Kecamatan Gabus.

Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, pembacaan manaqib, hingga prosesi peletakan batu pertama.

Dari Seremoni Menuju Pusat Pelayanan

Ketua Tanfidziyah MWCNU Gabus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan kantor tersebut.

Menurutnya, pembangunan Kantor MWCNU diharapkan mampu menjadi sarana penunjang kegiatan organisasi sekaligus pelayanan bagi warga Nahdlatul Ulama serta aktivitas sosial dan keagamaan di Kecamatan Gabus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi dalam rencana pembangunan tersebut.

Tak hanya itu, seluruh pengurus, anggota, Banom, lembaga MWCNU, dan masyarakat diajak bersama-sama mendukung pembangunan hingga selesai.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kantor tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai upaya menyediakan ruang organisasi yang dapat digunakan untuk menggerakkan kegiatan kemasyarakatan.

Di sinilah pembangunan tersebut akan diuji.

Sebab, sebuah kantor organisasi pada akhirnya tidak cukup hanya berdiri megah. Nilai keberadaannya akan ditentukan oleh seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Gabus Beri Dukungan

Camat Gabus Suranta menyampaikan ucapan selamat atas dimulainya pembangunan Kantor MWCNU Kecamatan Gabus.

Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai rencana.

Pemerintah Kecamatan Gabus, kata dia, mendukung pembangunan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.

Suranta juga mengajak seluruh pihak menjaga kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong selama pembangunan maupun dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Gabus.

Keberadaan Kantor MWCNU nantinya diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan organisasi sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi warga dan masyarakat Kecamatan Gabus.

Pertanyaan Besarnya: Seberapa Besar Manfaat Setelah Kantor Berdiri?

Peletakan batu pertama memang hanya berlangsung beberapa menit. Namun, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah seremoni berakhir.

Pembangunan harus dikawal hingga selesai, sementara fungsi kantor harus benar-benar dihidupkan setelah bangunan berdiri.

Jangan sampai gedung menjadi tujuan akhir.

Kantor MWCNU idealnya mampu menjadi ruang koordinasi organisasi, pusat kegiatan keagamaan, wadah pelayanan warga, sekaligus tempat lahirnya berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengurus NU, Banom, lembaga, dan masyarakat, pembangunan tersebut diharapkan berjalan secara gotong royong dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.

Kegiatan doa bersama dan peletakan batu pertama berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Unsur Babinsa Koramil 19/Gabus bersama unit terkait melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Gabus, pengurus MWCNU, serta pihak terkait juga dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan.

Kini, batu pertama telah diletakkan.

Tantangan berikutnya bukan sekadar menyelesaikan bangunan, tetapi membuktikan bahwa kantor tersebut benar-benar mampu menjadi rumah pelayanan dan kemanfaatan bagi warga Gabus.

(Bajang/Pipit)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html