x

AKRS HUT RI ke-81 di Pati Digelar Tengah Malam: 285 Pahlawan Dikenang, 230 Peserta Bersumpah Lanjutkan Perjuangan

PATI — Detik-detik pergantian 16 menuju 17 Agustus 2026 di Kabupaten Pati berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghormatan. Di tengah malam, ketika sebagian masyarakat masih terlelap, sekitar 230 peserta berkumpul di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, Desa Puri, Kecamatan Pati, untuk mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.




Kegiatan dimulai sekitar pukul 23.50 WIB, Minggu (16/8/2026), dan berakhir pukul 00.12 WIB, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Dalam gelapnya malam dan cahaya obor yang menyala di kompleks makam pahlawan, para peserta kembali diingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar dengan pengorbanan jiwa dan raga.

Inspektur upacara, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, S.E., M.Han., memimpin langsung jalannya renungan suci.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, di antaranya Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Wakil Ketua II DPRD Pati Ir. H. Bambang Susilo, Kapolresta Pati Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H., serta jajaran TNI, Polri, Pemkab Pati dan unsur masyarakat.

Hadir pula Pj Sekda Kabupaten Pati Siti Subiati, S.H., M.M., Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, S.I.K., M.I.K., Kasdim 0718/Pati Mayor CPL Kuswaranto, Wakil Komandan Yonif TP 936 Kapten Inf Ari Surahman, jajaran PJU Polresta Pati, para asisten Sekda, kepala OPD, Danramil, Kapolsek serta peserta apel.

285 Nama dalam Renungan, 230 Orang Hadir Menghormati

Ada satu bagian yang menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut: pembacaan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.

Dalam naskah itu disebutkan jumlah pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma sebanyak 285 orang, terdiri atas 248 anggota Angkatan Bersenjata, 24 pegawai sipil, 4 pejuang rakyat dan 9 pahlawan tak dikenal.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah kemerdekaan tidak hanya dibangun oleh nama-nama besar yang tercatat dalam buku sejarah.

Ada pula mereka yang gugur tanpa nama, tanpa popularitas, bahkan tanpa sempat menikmati Indonesia yang merdeka.

Dalam suasana hening tepat pukul 00.00 WIB, penghormatan diberikan kepada para pahlawan yang telah gugur.

Lampu dipadamkan. Obor dinyalakan. Doa dipanjatkan. Mengheningkan cipta dilakukan.

Pesan yang disampaikan dalam renungan tersebut menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan bukanlah sekadar masa lalu.

Perjuangan mereka disebut sebagai perjuangan generasi sekarang pula.

Dari Makam Pahlawan, Pertanyaan Besar untuk Generasi Sekarang

AKRS setiap tahun memang menjadi tradisi dalam peringatan kemerdekaan. Namun, momentum tersebut sekaligus menyimpan pertanyaan yang jauh lebih besar: apakah generasi sekarang benar-benar telah melanjutkan perjuangan para pahlawan?

Kemerdekaan tidak berhenti ketika Proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, membangun daerah dan memastikan cita-cita negara tidak berhenti sebagai slogan.

Karena itu, penghormatan kepada pahlawan seharusnya tidak hanya dilakukan melalui upacara dan tabur bunga.

Penghormatan paling nyata adalah memastikan pengorbanan mereka tidak sia-sia.

Sinergi TNI, Polri, Pemerintah hingga Pelajar

Kegiatan AKRS di Pati juga memperlihatkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Kesatuan upacara terdiri dari personel Kodim 0718/Pati, Yonif TP 936/Satria, Brimob Pati, Dalmas Polresta Pati, Satpol PP, organisasi masyarakat seperti HIPAKAD, FKPPI dan veteran, Dishub, ASN Pemkab Pati, mahasiswa serta pelajar yang tergabung dalam OSIS.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap sejarah perjuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan.

Generasi muda juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam momentum tersebut.

Mahasiswa dan pelajar hadir bukan sekadar sebagai peserta upacara, tetapi sebagai generasi yang nantinya menentukan bagaimana kemerdekaan Indonesia akan diisi.

Bukan Sekadar Mengenang, tetapi Melanjutkan

Pesan utama AKRS di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma Pati pada akhirnya bermuara pada satu hal: kemerdekaan harus terus diperjuangkan melalui tindakan nyata.

Para pahlawan telah menyerahkan kehidupan mereka untuk sebuah Indonesia yang merdeka.

Generasi hari ini tidak lagi menghadapi perang bersenjata untuk merebut kemerdekaan. Tantangannya berubah: menjaga persatuan, melawan ketidakadilan, memberantas korupsi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat.

Di tengah malam 17 Agustus 2026, di antara pusara para pejuang, pesan tersebut kembali ditegaskan.

Bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang boleh dinikmati tanpa tanggung jawab.

Kemerdekaan adalah amanah. Dan amanah itu harus diteruskan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, tertib dan kondusif.

(Winarni)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html