Adhi Guyub Pati Digelar Meriah, Wayang Kulit Jadi Puncak Pesan Kerukunan dan Pelestarian Budaya
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.45 WIB itu tidak sekadar menjadi panggung hiburan rakyat. Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah daerah menjadikan momentum tersebut sebagai ruang memperkuat kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat dan warga.
Acara turut dihadiri Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Candra beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Pati H. Ali Badrudin, Sekda Kabupaten Pati Siti Subiati, unsur Forkopimda yang mewakili, jajaran kepala OPD, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat umum.
Kehadiran sejumlah pejabat dan unsur masyarakat tersebut memperlihatkan bahwa Festival Adhi Loka bukan hanya agenda seremonial pemerintah, tetapi juga berupaya menempatkan kebudayaan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dari kegiatan daerah.
Dibuka dengan Doa dan Tahlil, Ditutup Wayang Kulit
Rangkaian acara diawali pembukaan, kemudian dilanjutkan doa bersama dan tahlil yang dipimpin KH. Nur Faqih Fanani, S.Ag.
Nuansa guyub semakin terasa ketika peserta mengikuti makan bersama. Setelah itu, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah hadiah dan penghargaan, di antaranya kepada para pemenang Karnaval Budaya serta 12 pemenang lomba 17 Agustus antar-OPD.
Puncak kegiatan kemudian diisi dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi salah satu bentuk pelestarian seni tradisional Jawa.
Kesenian tradisional tersebut menjadi pesan tersendiri di tengah derasnya perkembangan hiburan modern. Wayang tidak hanya diposisikan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Plt. Bupati: Jangan Sampai Guyub Hanya di Atas Panggung
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Candra menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Adhi Guyub sebagai bagian dari Festival Adhi Loka Kabupaten Pati Tahun 2026.
Ia mengajak masyarakat Pati terus menjaga kerukunan, kebersamaan dan semangat gotong royong.
Menurutnya, seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian Festival Adhi Loka dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI patut mendapatkan apresiasi.
Pesan penting lainnya adalah pelestarian seni dan budaya daerah sebagai identitas sekaligus kekayaan Kabupaten Pati.
Risma berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai hiburan semata, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat.
Di Balik Pesta Rakyat, Ada Pesan Sosial yang Lebih Besar
Jika dilihat lebih jauh, konsep Adhi Guyub mengandung pesan sosial yang cukup kuat. Pemerintah mempertemukan unsur birokrasi, aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga dalam satu ruang yang sama.
Di tengah berbagai dinamika sosial dan pemerintahan daerah, ruang kebersamaan semacam ini menjadi penting untuk menjaga komunikasi publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat guyub tidak berhenti ketika panggung pesta rakyat dibongkar.
Pelestarian budaya, gotong royong dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat justru akan diuji dalam pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan publik sehari-hari.
Dengan demikian, Adhi Guyub seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan yang meriah, tetapi dapat menjadi momentum untuk menerjemahkan slogan kebersamaan ke dalam kebijakan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Berdasarkan laporan pelaksanaan, tidak ditemukan gangguan menonjol selama kegiatan berlangsung.
Selain dihadiri langsung masyarakat, kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sehingga dapat diikuti masyarakat yang tidak hadir di lokasi.
(Winarni)
x




0 Komentar