350 Jamaah Majelis Taklim Al Manjah Pati Bertolak ke Jakarta, Hadiri Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI
Rombongan berangkat dari titik kumpul di depan Masjid Jami Baitussalam, Desa Semampir, Jalan Roro Mendut No. 1, Pati, sekitar pukul 04.00 WIB. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Terminal Kembang Joyo Pati sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Penanggung jawab rombongan adalah Muhammad Munhaji, sedangkan koordinator kegiatan dipercayakan kepada Hermanto.
Para jamaah menggunakan tujuh bus pariwisata untuk perjalanan menuju Jakarta. Keberangkatan rombongan berlangsung hingga sekitar pukul 05.45 WIB dan dilaporkan berjalan aman, tertib, serta kondusif.
Hadiri Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal
Kegiatan utama yang akan diikuti rombongan dijadwalkan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu malam mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Agenda tersebut meliputi Zikir Kebangsaan, Haul Pendiri NKRI, serta Baiat Kubro bersama Habib Luthfi bin Yahya.
Berdasarkan informasi yang diterima, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jatma Aswaja di bawah asuhan Habib Luthfi bin Yahya dan Faesal Helmy. Sejumlah pejabat negara disebut direncanakan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Presiden Republik Indonesia, jajaran Kementerian Agama, menteri kabinet, serta unsur TNI dan Polri.
Bagi jamaah Majelis Taklim Al Manjah, keberangkatan ke Jakarta tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Memperkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Dalam laporan kegiatan disebutkan, salah satu tujuan keikutsertaan jamaah adalah mengikuti Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI serta Baiat Kubro bersama Habib Luthfi bin Yahya sebagai bentuk tabarukan atau mencari keberkahan.
Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta memperkokoh semangat kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nilai kecintaan terhadap tanah air juga dikaitkan dengan prinsip hubbul wathan minal iman, yakni kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari nilai keimanan.
Selain itu, agenda Baiat Kubro dipandang sebagai momentum untuk meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta memperkuat ikatan spiritual jamaah.
PBNU Tegaskan Bukan Agenda Resmi Organisasi
Di tengah rencana kegiatan tersebut, terdapat penegasan bahwa agenda Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI itu bukan merupakan acara maupun instruksi resmi dari struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
PBNU disebut telah mengeluarkan instruksi atau edaran agar warga NU maupun badan otonom tidak menghadiri kegiatan tersebut dengan mengatasnamakan atribut atau lembaga NU secara struktural.
Meski demikian, secara kultural, kegiatan doa, zikir, dan ikrar kebangsaan yang mengusung kecintaan terhadap NKRI dinilai tetap memiliki irisan dengan nilai persatuan dan kebangsaan.
Dengan demikian, kehadiran jamaah Majelis Taklim Al Manjah dalam kegiatan tersebut dilakukan atas dasar partisipasi jamaah dan tidak dimaksudkan sebagai representasi struktural PBNU.
Tujuh Bus Angkut Ratusan Jamaah
- Untuk perjalanan menuju Jakarta, sekitar 350 jamaah diberangkatkan menggunakan tujuh bus pariwisata.
- Seluruh bus berasal dari PO Subur Jaya dan diberangkatkan secara beriringan dari wilayah Pati.
- Rombongan kemudian bergerak dari Terminal Kembang Joyo Pati menuju Jakarta sekitar pukul 05.43 WIB.
- Perjalanan rombongan mendapat perhatian dalam aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, mengingat jumlah peserta yang cukup besar serta penggunaan tujuh kendaraan bus pariwisata.
Pengamanan dan Monitoring Disiapkan
Dalam rangka memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan kegiatan, termasuk jumlah peserta, asal rombongan, jadwal keberangkatan dan kedatangan, rangkaian acara, serta sarana transportasi yang digunakan.
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kesiapan pengamanan, pengaturan jamaah, akses keluar-masuk lokasi kegiatan, hingga pengaturan tempat parkir kendaraan rombongan.
Pengamanan diarahkan secara terbuka maupun tertutup dengan mengedepankan langkah preventif dan pelayanan kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas juga menjadi perhatian, khususnya pada jalur kedatangan dan kepulangan rombongan dari berbagai daerah.
Bagi jamaah Majelis Taklim Al Manjah, perjalanan ke Jakarta tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa, mengenang jasa para pendiri dan pahlawan, serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan di Jakarta dijadwalkan berlangsung hingga Minggu malam.
(Arikha/Ragito)



0 Komentar