1.200 Apoteker Berkumpul di Medan, Kongres XXII dan PIT 2026 IAI Jadi Momentum Babak Baru Profesi Kefarmasian
Dua agenda nasional tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi profesi apoteker karena tidak hanya membahas regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan organisasi, tetapi juga memperkuat kapasitas keilmuan dan profesionalisme apoteker di Indonesia.
Ketua Umum PP IAI, Apt. Noffendri Roestam, S.Si., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, Kongres XXII menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi sekaligus momentum untuk memasuki babak baru IAI sebagai rumah besar profesi kefarmasian.
Kongres XXII IAI Bahas Pertanggungjawaban Organisasi
Kongres XXII IAI mengusung tema “IAI Rumah Besar Profesi Kefarmasian: Pilar Asta Cita untuk Kesehatan Rakyat yang Berkeadilan.”
Kegiatan kongres dilaksanakan secara hibrida pada 4–5 Agustus 2026, dengan salah satu lokasi kegiatan di Hotel Aryaduta Medan.
Agenda utama kongres antara lain penyampaian dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum, Ketua Dewan Pengawas, serta Ketua Majelis Kode Etik Apoteker Indonesia.
Wakil Ketua Panitia, Dr. Apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., mengatakan kongres tahun ini juga mendapat perhatian karena dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah yang berkaitan langsung dengan sektor kesehatan dan kefarmasian.
Sejumlah pejabat yang dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., serta Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Apt. Lucia Rizka Andalusia.
PIT 2026 Targetkan 1.200 Apoteker
Setelah rangkaian Kongres XXII selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 yang berlangsung secara luring pada 6–8 Agustus 2026 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan.
PIT 2026 mengangkat tema:
“One Health, One Pharmacy: Synergy for National Resilience.”
Tema tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Wakil Ketua II Panitia, Dr. Apt. Yusransyah, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan PIT 2026 ditargetkan mampu mengakomodasi sekitar 1.200 apoteker dari berbagai wilayah di Indonesia.
Perubahan format dari hibrida pada agenda kongres menjadi sepenuhnya luring pada PIT juga dimaksudkan untuk memperkuat interaksi langsung, pertukaran pengetahuan, serta membangun jejaring antarapoteker dari berbagai daerah.
Gubernur Sumut Dijadwalkan Buka PIT 2026
Puncak rangkaian PIT 2026 dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Kehadiran pemerintah daerah diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan profesi apoteker sekaligus pengembangan sektor kefarmasian di Sumatera Utara dan daerah lainnya.
Rangkaian Kongres XXII dan PIT 2026 menunjukkan upaya IAI menggabungkan dua agenda strategis dalam satu momentum, yakni regenerasi kepemimpinan organisasi dan peningkatan kapasitas keilmuan profesi apoteker.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi IAI sebagai organisasi profesi yang berupaya menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kefarmasian.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan penguatan kompetensi, rangkaian kegiatan di Medan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan profesionalisme apoteker serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi IAI untuk terus bertransformasi sebagai rumah besar profesi kefarmasian yang adaptif terhadap perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika pelayanan kesehatan masyarakat.
(Nurpianto)


0 Komentar