Suparmi, Pedagang Pasar Puri: "Ada MBG, tetapi Rakyat Kecil Makin Sulit"
Dalam perjalanan dari Kota Pati menuju Kecamatan Sukolilo, Rabu (22/7/2026), penulis menjumpai Suparmi tengah duduk sendirian di halte sederhana di kawasan selatan Lampu Merah Ngeluk (Kidul Pentol Pati). Ia telah menunggu bus lebih dari setengah jam untuk pulang ke rumahnya di Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo.
Setelah diberikan tumpangan, Suparmi menceritakan rutinitas hidupnya sebagai pedagang pasar. Setiap hari ia berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB dan baru kembali sekitar pukul 17.00 WIB setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan angkutan umum.
Menurutnya, kondisi Pasar Puri saat ini jauh lebih sepi dibanding beberapa tahun sebelumnya.
"Sekarang pembeli sangat sedikit. Orang-orang seperti tidak punya uang. Dagangan sering tidak habis," tuturnya.
Ia mengaku, tidak jarang harus berkeliling masuk kampung menjajakan sisa dagangan agar tidak seluruhnya membusuk. Namun, upaya tersebut pun kerap tidak membuahkan hasil sehingga kerugian menjadi konsekuensi yang harus diterima hampir setiap hari.
Temuan lapangan tersebut menunjukkan adanya keluhan pelaku usaha mikro terhadap menurunnya aktivitas transaksi di pasar tradisional. Bagi pedagang kecil seperti Suparmi, kondisi itu dirasakan sebagai penurunan daya beli masyarakat.
Suparmi juga menyampaikan pandangannya terhadap kondisi ekonomi yang menurutnya semakin berat. Ia menilai kesempatan kerja semakin terbatas, sementara pengeluaran rumah tangga terus meningkat.
"Yang susah ya rakyat kecil. Mencari uang sekarang semakin berat," ungkapnya.
Kisah Suparmi merupakan pengalaman pribadi seorang pedagang dan tidak serta-merta mewakili kondisi seluruh pelaku usaha di Kabupaten Pati. Namun, kesaksiannya menjadi salah satu potret lapangan mengenai tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pengamatan lapangan seperti ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk terus mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi, memperkuat pasar tradisional, meningkatkan kesempatan kerja, serta menjaga daya beli masyarakat agar pelaku usaha mikro tetap dapat bertahan di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
(Sumadi)


0 Komentar