Serap Aspirasi Warga Pucakwangi, Kartina Sukawati Dorong Media Tradisional Jadi Instrumen Penyusunan Kebijakan Publik
Kegiatan bertema "Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional" itu dihadiri sekitar 75 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh seni budaya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan kepala desa, hingga masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pucakwangi Udhi H. Nugroho, S.STP., M.Si., Danramil 17/Pucakwangi Kapten Cke Wasis, Kapolsek Pucakwangi AKP Suwarno, S.H., M.H., Kepala Desa Karangwotan Sumari beserta perangkat desa, serta sejumlah elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Pucakwangi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Karangwotan sebagai lokasi kunjungan kerja DPRD Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjaga eksistensi media tradisional sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi, dan pelestarian budaya.
Sementara itu, Kartina Sukawati menegaskan bahwa kunjungan kerja merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang melekat pada anggota DPRD, sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia menilai media tradisional, seperti wayang, ketoprak, seni pertunjukan rakyat, maupun bentuk budaya lokal lainnya, masih memiliki daya jangkau sosial yang kuat dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan, pendidikan, serta nilai-nilai kebangsaan.
"Media tradisional tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui pendekatan budaya, pesan-pesan kebijakan dapat diterima masyarakat dengan lebih mudah dan membumi," ujarnya.
Dalam sesi dialog, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayahnya. Aspirasi yang mengemuka didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian, penanganan kekeringan yang masih menjadi persoalan tahunan di Kecamatan Pucakwangi, peningkatan kualitas jalan, hingga dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dikelola kaum perempuan.
Kartina memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan dihimpun dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Jawa Tengah agar dapat menjadi bahan dalam penyusunan program maupun kebijakan pemerintah daerah.
Secara politik, kegiatan reses ini juga memperlihatkan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan konstituen. Dialog terbuka memungkinkan masyarakat menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, sementara anggota legislatif memperoleh masukan sebagai dasar dalam menjalankan fungsi representasi.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan keamanan maupun penolakan dari masyarakat. Forum tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun kebijakan publik yang lebih responsif, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas Jawa Tengah.
(Ahmad Jarmin)



0 Komentar