Rizky Akbar dan Salsabila Hidayatul Kamilah Dinobatkan sebagai Duta GenRe Blora 2026, Siap Jadi Agen Perubahan Generasi Muda
Penobatan dilakukan oleh Bunda GenRe Kabupaten Blora, Ainia Shalichah, sebagai simbol dimulainya pengabdian kedua pemenang untuk menjadi agen perubahan sekaligus duta edukasi bagi remaja di Kabupaten Blora.
Ajang tahunan tersebut diikuti 18 finalis yang terdiri dari sembilan finalis putra dan sembilan finalis putri dari berbagai Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta PIK Mahasiswa (PIK-M) di Kabupaten Blora. Para peserta menjalani serangkaian penilaian yang meliputi kemampuan komunikasi, kepemimpinan, wawasan kependudukan, advokasi, hingga inovasi program kerja.
Selain menetapkan Duta GenRe 2026, dewan juri juga memilih para juara lainnya. Juara II kategori putra diraih Raffa Pramudya Putra Yoga dari PIK-R Muda Gemilang Kecamatan Cepu, sedangkan kategori putri diraih Dewangga Anjanisrina dari PIK-R Smantun SMA Negeri 1 Tunjungan. Juara III kategori putra diraih Lintang Bayu Pinasthika dari PIK-R Idaman SMA Negeri 2 Blora, sementara kategori putri diraih Niha Permatasari dari PIK-M Kampus 4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang.
Gagasan Inovatif untuk Remaja Blora
Dalam sesi advokasi, Rizky Akbar menyampaikan gagasan membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
"Sebagai masyarakat yang sehat, cerdas, dan ceria, tentu kita memiliki mimpi besar untuk mewujudkan masa depan yang gemilang. Namun, mimpi itu membutuhkan pendampingan dan agen perubahan yang tepat," ujarnya.
Rizky menawarkan empat program prioritas, yakni Remaja Cerdas Digital, Sekolah Berencana, kompetisi berbasis GenRe untuk mendorong kreativitas remaja, serta program SAPA (Sapa Anak, Sapa Remaja, Sapa Dewasa, Sapa Lansia, dan Sapa Disabilitas) sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial lintas generasi.
Sementara itu, Salsabila Hidayatul Kamilah mengangkat isu kesehatan reproduksi remaja yang dinilai masih menjadi tantangan di Kabupaten Blora.
"Masa depan yang gemilang tidak lahir dari sebuah kebetulan, melainkan dari keberanian mengambil keputusan yang tepat sejak hari ini," katanya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 terdapat 52 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blora, yang menurutnya menjadi indikator penting perlunya penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Melalui inovasi SERASI (Sehat Reproduksi Remaja Sadar Diri), Salsabila menghadirkan metode pembelajaran interaktif menggunakan media puzzle edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, serta perencanaan masa depan. Program tersebut telah diterapkan di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Blora melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluh KB, Tim Penggerak PKK Kecamatan Blora, dan Forum GenRe Kecamatan Blora.
Bonus Demografi Harus Dipersiapkan
Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, menegaskan bahwa transformasi program BKKBN kini berfokus pada peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, Kabupaten Blora memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi karena tingginya jumlah penduduk usia produktif.
"Potensi bonus demografi harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi beban di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, sambutan Bupati Blora Arief Rohman yang dibacakan Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi menegaskan bahwa Program GenRe merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Sekda juga mengajak para Duta GenRe menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam pembangunan daerah dengan aktif memberikan gagasan, kritik, dan masukan bagi penyempurnaan kebijakan publik.
"Saya juga memohon kepada adik-adik GenRe agar selama masa pengabdian nanti aktif memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Perspektif generasi muda sangat kami butuhkan agar kebijakan yang lahir semakin relevan dengan tantangan zaman," ujar Komang.
Pemerintah Kabupaten Blora berharap para Duta GenRe 2026 tidak hanya berhenti sebagai pemenang kompetisi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi remaja, memperkuat kualitas keluarga, serta berkontribusi dalam mempersiapkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
(Bambang)


0 Komentar