x

Riyanta: GJL Deklarasi Perang terhadap Korupsi, Judol, Narkoba, dan Penyelundupan

Riyanta: Negara Tak Boleh Kalah dari Mafia, GJL Dukung Penuh Satgas Anti Korupsi, Narkoba, dan Penyelundupan

PATI – Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL), Riyanta, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden dalam memperkuat pemberantasan korupsi, narkoba, judi online, dan penyelundupan yang merugikan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Riyanta saat memimpin rapat konsolidasi GJL di Kantor Pusat GJL, Jalan Ahmad Yani Nomor 38, Kabupaten Pati, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pembentukan satuan tugas khusus untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan luar biasa merupakan langkah strategis yang harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah dan tidak boleh takut terhadap mafia. Korupsi, narkoba, judi online, dan penyelundupan adalah musuh bersama yang harus diperangi secara serius,” tegas Riyanta di hadapan peserta rapat.

Ia juga mengajak seluruh anggota GJL untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap dugaan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh oknum aparat maupun pejabat pelayanan publik.

Menurut Riyanta, partisipasi masyarakat menjadi instrumen penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

“Fenomena no viral, no justice menjadi kenyataan yang harus disikapi secara bijak. Ketika masyarakat menemukan dugaan penyimpangan hukum atau pelayanan publik, dokumentasikan sesuai fakta dan laporkan melalui mekanisme yang benar agar mendapat perhatian serta penanganan yang semestinya,” ujarnya.

Riyanta menilai bahwa praktik-praktik ilegal yang berlangsung secara sistematis kerap melibatkan jaringan yang kuat sehingga membutuhkan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan.

Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara tegas dan tidak memberikan ruang bagi mafia yang merugikan kepentingan rakyat maupun menggerus penerimaan negara.

“Indonesia hanya bisa berubah menjadi lebih baik apabila seluruh elemen bangsa berani melawan penyimpangan, menjaga integritas, dan menempatkan hukum di atas segala kepentingan,” katanya.

Dalam rapat tersebut, GJL juga menyerukan penguatan kolaborasi antara masyarakat sipil, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk memastikan agenda pemberantasan korupsi, narkotika, perjudian daring, serta penyelundupan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Bagi GJL, keberhasilan perang melawan mafia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh keberanian publik untuk mengawasi, mengkritisi, dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

(Sumadi)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html