Ribuan Warga Padati Pagelaran Wayang Santri, Ruwat Bumi Desa Lebakwangi 2026 Berlangsung Semarak
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut kembali diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Lebakwangi dengan Ketua Panitia Muktaridin. Ruwat Bumi menjadi salah satu agenda budaya yang terus dipertahankan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal sekaligus mempererat persatuan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan hasil bumi yang diikuti perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lebakwangi. Prosesi berlangsung meriah dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lebakwangi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatinegara yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Usai arak-arakan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi ruwatan yang dipimpin oleh Ki Aditiya sebagai simbol doa bersama agar masyarakat Desa Lebakwangi senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Nuansa budaya semakin terasa ketika Ki Carito menampilkan pagelaran wayang golek yang sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. Pertunjukan tersebut menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga adat istiadat serta warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Puncak kemeriahan berlangsung pada Senin malam melalui Pagelaran Wayang Santri yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga dari Desa Lebakwangi maupun wilayah sekitar tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang memadukan seni pewayangan dengan nilai-nilai dakwah Islam hingga acara berakhir.
Pemerintah Desa Lebakwangi berharap pelaksanaan Ruwat Bumi tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga mampu memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT, mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga kelestarian budaya lokal sebagai warisan berharga bagi generasi penerus.
(Yati)



0 Komentar