Ribuan Jamaah Padati Haul KH Syansuri di Tayu, Warisan Pendiri NU Pati Terus Dihidupkan
Kegiatan pengajian umum yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 1.000 jamaah dari berbagai daerah, termasuk rombongan santri dan dzurriyah Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua Bidang Penguatan Eksekutif DPP PKB H. N.M. Syaiful Rizal, M.Pd., Bupati Blora Arief Rohman, perwakilan Kodim 0718/Pati melalui Danramil 03/Tayu Kapten Inf. Bambang Sutejo, Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, S.H., M.H., Camat Tayu Imam Rifai, S.STP., M.M., Kepala Desa Tayu Kulon Aris Junaidi, serta tokoh nasional Halim Iskandar dari Jombang.
Pengajian diisi oleh KH H. Abdus Salam Shohib dari Jombang dan KH H. Syarofuddin dari Rembang, yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan, pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren, dan memperkuat persatuan umat.
Ketua panitia haul dalam sambutannya membacakan riwayat perjuangan KH Syansuri bin Abdussomad sebagai ulama yang berperan besar dalam dakwah Islam dan perkembangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati. Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Muspika, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Selain pengajian dan tahlil yang dipimpin KH H. Ahmad Tasikhin, kegiatan juga diwarnai santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang telah menjadi tradisi dalam setiap penyelenggaraan haul.
Pemerintah Kabupaten Pati melalui perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi media pewarisan nilai perjuangan, pendidikan, dan kebangsaan kepada generasi muda.
"KH Syansuri merupakan salah satu tokoh agama yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Islam dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati. Semangat perjuangannya harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus," demikian disampaikan dalam sambutan pemerintah daerah.
Secara substansial, pelaksanaan haul tersebut menunjukkan kuatnya hubungan antara tradisi keagamaan, pendidikan Islam, dan penguatan nilai kebangsaan. Kehadiran dzurriyah, santri, ulama, pemerintah, serta masyarakat dalam satu forum menjadi simbol kokohnya persatuan sosial yang diwariskan para pendahulu.
Pengamatan di lokasi menunjukkan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif hingga acara berakhir. Aparat TNI dan Polri bersama panitia melaksanakan pengamanan serta monitoring guna memastikan kelancaran kegiatan.
Haul KH Syansuri bin Abdussomad tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan ulama dalam mencerdaskan umat, membangun pendidikan Islam, dan menjaga keutuhan bangsa harus terus dirawat di tengah perubahan zaman. Semangat hubbul wathan minal iman yang diwariskan para kiai tetap relevan sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, religius, dan sejahtera.
(Widodo)
x


0 Komentar