Rawat Jejak Sejarah Melayu, Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa Terima Kunjungan Strategis Antarwilayah di Balai Adat Kenegerian Kubu
Rombongan yang dipimpin Kepala Desa Labuhan Tangga Kecil itu disambut secara adat oleh Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa bersama para Pemangku Adat Suku Melayu Kenegerian Kubu. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pelestarian sejarah serta budaya Melayu di Rokan Hilir.
Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai langkah konkret untuk menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah memperkuat pendidikan sejarah lokal melalui muatan lokal di lingkungan masyarakat dan generasi muda, sehingga identitas Melayu tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa menegaskan bahwa pelestarian sejarah tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni budaya, tetapi harus diwujudkan dalam kerja sama nyata antardesa dan seluruh elemen masyarakat.
"Silaturahmi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan visi dalam menjaga warisan sejarah Melayu. Kita harus bergerak bersama mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus menghidupkan kembali tradisi dan sejarah Melayu di seluruh pelosok Rokan Hilir agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," tegasnya.
Menurutnya, sejarah merupakan fondasi identitas suatu daerah. Karena itu, keterlibatan pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci agar nilai-nilai budaya Melayu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Melalui kunjungan antarwilayah tersebut, Balai Adat Melayu Kenegerian Kubu kembali menegaskan perannya bukan sekadar sebagai simbol kebudayaan, melainkan sebagai pusat pelestarian sejarah, ruang dialog, serta wadah kolaborasi berbagai wilayah dalam merawat jati diri masyarakat Melayu Rokan Hilir.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam pendokumentasian sejarah, penguatan adat istiadat, serta pengembangan program edukasi budaya yang mampu menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan identitas Melayu di Kabupaten Rokan Hilir.
(Jismar)




0 Komentar