Ratusan Massa Aliansi Jateng Guyub Kepung Kantor Gubernur Jateng, Tagih Janji "Ngopeni" Rakyat

SEMARANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Jateng Guyub menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (22/7/2026). Aksi bertajuk "Nagih Se Janji Ngopeni" tersebut diikuti sekitar 470 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, petani, dan pegiat lingkungan.



Aksi dipimpin oleh Joko Prianto selaku penanggung jawab. Sejak pagi, massa membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari persoalan petani tebu, kerusakan infrastruktur, konflik agraria, hingga penolakan aktivitas pertambangan di kawasan Pegunungan Kendeng.

Sejumlah spanduk bertuliskan antara lain "PG Blora Giling Lagi", "Bangun Kekuatan Rakyat", "Kembalikan Fungsi Pegunungan Kendeng", "Tolak Tambang", "Rembang Tetap Melawan", hingga "Lindungi Pejuang Lingkungan, Adili Perusak Lingkungan".

Empat Tuntutan Utama

Dalam aksinya, Aliansi Jateng Guyub menyampaikan empat tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni:

  1. Mendesak percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah Jawa Tengah.
  2. Menuntut penyelesaian persoalan petani tebu, khususnya terkait belum beroperasinya Pabrik Gula PT GMM di Kabupaten Blora.
  3. Meminta evaluasi aktivitas pertambangan yang dinilai menimbulkan kerusakan lingkungan.
  4. Mendesak penyelesaian konflik agraria dan perlindungan hak masyarakat atas kepemilikan lahan.

Tagih Janji Pemerintah

Dalam orasinya, massa menagih komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar segera merealisasikan berbagai janji pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mereka juga meminta pemerintah lebih berpihak kepada petani, masyarakat kecil, dan warga yang terdampak konflik lahan maupun aktivitas pertambangan.

Selain itu, peserta aksi menolak eksploitasi kawasan Pegunungan Kendeng yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan serta sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Aksi Berlangsung Kondusif

Hingga sore hari, aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian. Tidak terjadi bentrokan maupun gangguan terhadap ketertiban umum selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Sekitar pukul 18.00 WIB, massa meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan bergeser menuju Kantor KASBI Kota Semarang di Jalan Parang Kembang Raya, Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, untuk beristirahat.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa demonstrasi akan dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB dengan membawa tuntutan yang sama kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

(Sumadi)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html