Mayjen TNI Endro Satoto: Anak Desa Jangan Takut Bermimpi Menaklukkan Dunia
PATI – Semangat pendidikan, kewirausahaan, dan bela negara mewarnai Seminar Pendidikan dalam rangka Reuni Akbar dan Gebyar Dies Natalis ke-45 SMA Negeri 1 Tayu yang digelar di aula sekolah setempat, Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menghadirkan Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara Universitas Pertahanan (Unhan), Mayjen TNI Dr. Endro Satoto, S.I.P., M.M., sebagai narasumber utama dengan mengusung tema “Berani Bermimpi, Siap Mengabdi: Membangun Generasi Muda yang Berpendidikan, Berwirausaha, Nasionalis, dan Berjiwa Bela Negara.”
Turut hadir dalam kegiatan itu inovator dan entrepreneur Elisabeth Susyani, Ketua TPMPS SMAN 1 Tayu Amin Supriyadi yang mewakili kepala sekolah, Ketua Panitia Cristina Ratna Kartika, S.Pd., Ketua IKA SMANTA Amin Hidayat, para guru, alumni, serta siswa-siswi SMAN 1 Tayu.
Dalam sambutannya, Ketua IKA SMANTA, Amin Hidayat, mengajak para pelajar untuk berani bermimpi besar dan tidak membatasi diri hanya karena berasal dari daerah.
“Jangan hanya berpikir tentang Tayu. Anak desa harus berani merebut Jakarta, bahkan menaklukkan dunia. Kenali kelebihan dan kekurangan diri, bangun karakter tangguh, karena tidak ada kesuksesan besar tanpa proses yang panjang,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai sejak dini dengan membangun disiplin, kerja keras, dan mental pantang menyerah sebagai fondasi meraih cita-cita.
Sementara itu, Mayjen TNI Dr. Endro Satoto yang juga merupakan alumnus SMAN 1 Tayu membagikan pengalaman perjalanan hidup dan kariernya kepada para peserta seminar. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan potensi diri.
“Jangan terlena pada posisi yang aman. Tajamkan tujuan hidup, bekerja keras, dan jangan pernah menyerah. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan mengenali diri sendiri dan mendengarkan suara hati,” tegasnya.
Dalam paparannya, ia menyampaikan empat pilar karakter utama yang harus dimiliki generasi muda, yakni kompetensi (skill), integritas, mental yang kuat, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, salah satu ancaman terbesar bagi perkembangan karakter generasi muda saat ini adalah munculnya mental instan, yaitu keinginan memperoleh hasil tanpa proses dan kerja keras.
Mayjen Endro juga menekankan pentingnya pendidikan bela negara sebagai upaya menjaga ideologi Pancasila, keutuhan wilayah, dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengingatkan bahwa tantangan bela negara di era modern tidak hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga persoalan sosial seperti narkoba, minuman keras, judi online, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Bela negara hari ini diwujudkan melalui pendidikan, kewirausahaan, nasionalisme, dan pengabdian. Generasi muda harus menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memiliki kecintaan mendalam kepada bangsa,” ungkapnya.
Seminar tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pengembangan jiwa kewirausahaan, dan penanaman nilai-nilai patriotisme. Harapannya, lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, mandiri secara ekonomi, serta siap mengabdi bagi kemajuan Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif dengan monitoring dari aparat keamanan setempat.
(Widodo)
x


0 Komentar