LPK Palapa Muda Indonesia Berangkatkan 900 Siswa ke Jepang, Mayoritas Melalui Skema Visa SSW

PATI – LPK Palapa Muda Indonesia (PT PMI) terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten untuk pasar kerja Jepang. Hingga pertengahan tahun 2026, lembaga tersebut telah memberangkatkan sekitar 900 siswa ke Negeri Sakura.

Wakil Direktur PT Palapa Muda Indonesia, Agung Wahyudi, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 700 orang diberangkatkan menggunakan visa Specified Skilled Worker (SSW), sedangkan 200 orang lainnya melalui program visa magang.

"Kami telah memberangkatkan sekitar 900 siswa ke Jepang. Sebanyak 700 orang menggunakan visa SSW dan 200 orang melalui program magang," ujar Agung Wahyudi saat menghadiri Gathering Daftar Ulang LPK Palapa Muda Indonesia Gelombang 28 di Hotel New Merdeka, Jalan Pangeran Diponegoro, Pati, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 siswa tersebut menjadi ajang sosialisasi sekaligus motivasi bagi calon pekerja migran yang tengah mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.

Agung menjelaskan, terdapat beberapa persyaratan utama bagi calon peserta yang ingin mengikuti program penempatan kerja ke Jepang. Di antaranya berusia minimal 18 tahun dan maksimal 33 tahun, serta memiliki pendidikan minimal lulus SMA atau sederajat.

Menurutnya, peluang kerja di Jepang masih terbuka lebar dengan berbagai bidang pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing peserta.

"Para pekerja ditempatkan di berbagai sektor, mulai dari bidang pertukangan, manufaktur, hingga pengolahan makanan, sesuai dengan keterampilan yang dimiliki," jelasnya.

Dari sisi kesejahteraan, Agung menyebut pekerja migran Indonesia di Jepang berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp20 juta hingga Rp35 juta per bulan, bergantung pada jenis pekerjaan, perusahaan, serta ketentuan yang berlaku di tempat kerja masing-masing.

Ia juga menjelaskan bahwa PT Palapa Muda Indonesia berdiri pada tahun 2021. Sebelumnya lembaga tersebut bernama PT Budi Utomo, sebelum kemudian berganti nama menjadi PT Palapa Muda Indonesia (PMI).

Lembaga ini dipimpin oleh Ragil Rohmatullah, seorang mantan pekerja migran Indonesia di Jepang yang kemudian mendirikan lembaga pelatihan bahasa Jepang sebagai bekal bagi calon tenaga kerja Indonesia yang ingin berkarier di Negeri Sakura.

Saat ini, sekitar 200 siswa masih menjalani pendidikan dan pelatihan di LPK Palapa Muda Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai daerah, baik dari Jawa maupun luar Jawa, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang melalui jalur yang legal dan profesional.

(Sumadi)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html