Hari Ketiga Demo AMPB di Kejari Pati Memanas, Keranda Dibakar hingga Telur Busuk Dilempar, Massa Ancam Aksi Berlanjut
PATI, 29 Juli 2026 – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati kembali berlangsung pada Rabu (29/7/2026). Memasuki hari ketiga, aksi diwarnai teatrikal pembakaran keranda, pelemparan telur busuk ke halaman kantor Kejari, serta berbagai tuntutan yang ditujukan kepada jajaran Kejaksaan Negeri Pati.
Sekitar 50 peserta aksi hadir dalam demonstrasi yang dipimpin koordinator lapangan Muan. Massa membawa mobil komando, bendera organisasi, bendera Merah Putih, keranda mayat, serta sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap penanganan perkara yang dilakukan Kejari Pati.
Dalam aksi tersebut, AMPB menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta percepatan penanganan perkara dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Desa Tlogosari, menghentikan dugaan praktik pungutan liar oleh oknum kejaksaan, serta mendesak evaluasi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Pati.
Rangkaian aksi dimulai dengan teatrikal pembukaan keranda mayat yang kemudian dibakar sebagai simbol protes. Massa juga melemparkan telur busuk ke halaman kantor Kejari sebelum menyampaikan orasi secara bergantian.
Sejumlah tokoh yang hadir, termasuk aktivis dari luar Kabupaten Pati, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja aparat penegak hukum. Dalam orasinya, mereka menilai penanganan sejumlah perkara belum memenuhi rasa keadilan masyarakat serta mendesak pimpinan Kejari Pati menemui peserta aksi untuk memberikan penjelasan.
Selain itu, salah seorang peserta aksi juga menyampaikan pengakuan mengenai dugaan pemerasan yang menurutnya pernah dialami keluarganya saat menghadapi proses hukum. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari orasi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Aksi juga diwarnai tindakan vandalisme berupa coretan di pagar luar kompleks Kejaksaan Negeri Pati yang dilakukan oleh salah seorang peserta aksi. Meski demikian, secara keseluruhan demonstrasi berlangsung di bawah pengamanan aparat gabungan TNI dan Polri hingga selesai sekitar pukul 17.40 WIB tanpa terjadi bentrokan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan koordinator aksi, AMPB berencana kembali menggelar demonstrasi pada Kamis (30/7/2026) dengan tuntutan yang sama apabila belum ada tanggapan dari pihak Kejaksaan Negeri Pati.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kejaksaan Negeri Pati belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun berbagai tuduhan yang disampaikan peserta aksi.
(Arikha)



0 Komentar